
“Sinergisitas ini perlu dilakukan dengan niat baik agar tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan program di lapangan. Kehadiran PT Timah diharapkan terus memberikan kontribusi nyata bagi suksesnya pembangunan di Kepulauan Meranti,” ujar Sudandri.
Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung kebutuhan daerah, terutama persoalan konektivitas dan infrastruktur yang masih menjadi tantangan di wilayah kepulauan.
Selain ekonomi, pembaruan RIPPM juga mencakup aspek lingkungan, pendidikan, kesehatan serta sosial budaya.
Bagi masyarakat Tanjung Medang, salah satu harapan paling konkret adalah bagaimana potensi laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Sebab, bagi desa yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari laut, ikan yang ditangkap bukan satu-satunya sumber ekonomi. Bahkan bagian yang selama ini dianggap sisa pun masih bisa menjadi peluang usaha baru.(*)