
Kemudian, detak jantung menjadi lebih cepat. Ini akan membuat kalori terbakar lebih banyak. Kondisi paru-paru pun menjadi lebih sehat. Disebutkan dalam British Journal of Sport Medicine, olahraga ini mampu meningkatkan kesehatan paru-paru sama halnya dengan olahraga lain seperti lari dengan kecepatan sedang.
Selain meningkatkan kesehatan fisik, panjat tebing memiliki manfaat baik bagi kesehatan mental. Khususnya mengurangi tingkat stres yang tinggi dan kecemasan. Hal itu karena aktivitas ini meningkatkan komunikasi pada sistem kardiovaskular dengan organ lain. Lalu juga meningkatkan produksi senyawa kimia neuromodulator norepinefrin untuk mengatasi stres.
Begitu pula dengan kecemasan tinggi hingga tahapan depresi. Ini seperti ditulis dalam BMC Psychiatry. Hal yang sama juga pernah dipublikasikan dalam Perceptual and Motor Skills, dimana melakukan pengujian pengidap kecemasan untuk melakukan panjat tebing dalam waktu tiga bulan. Alhasil, tingkat kecemasan mereka pun mengalami penurunan.
Bagi orang yang pertama kali melakukan panjat tebing, tentu muncul rasa takut. Namun, lambat laun, rasa takut ini menurun saat Anda melawannya ketika berada di ketinggian. Secara tidak langsung, aktivitas fisik ini dapat mengurangi kecemasan somatik maupun kognitif.
Ini membuat seseorang lebih percaya diri. Apalagi saat Anda mencapai puncak ketinggian. Semakin sering berlatih, rasa percaya diri pun semakin meningkat. Dengan percaya diri yang baik, ini akan membantu Anda dalam mencapai apa yang diinginkan dan menjalani proses tanpa ragu.
Manfaat panjat tebing yang terakhir adalah dapat meningkatkan memori otak. Saat memanjat Anda diharuskan untuk berkonsentrasi dalam menentukan langkah selanjutnya. Jika sedikit saja Anda kehilangan fokus, bukan hanya salah langkah, bahkan bisa tergelincir atau terjatuh.