Inilah 5 Cara Ampuh untuk Menstabilkan Jaringan Internet Saat Bermain Game

jaringan internet

Menjaga kestabilan jaringan internet saat hendak bermain adalah tugas wajib bagi setiap game atau gamer. Apalagi kalau kamu bermain secara kompetitif, kamu enggak bakalan mau deh dianggap beban sama teman satu tim kamu gara-gara membuat mereka kalah saat bertanding.

Baca juga: Inilah 4 Rekomendasi HP Samsung Terbaik dan Terbaru 2022

Itu mengapa, kami akan membahas beberapa cara yang bisa dilakukan agar jaringan kamu senantiasa berada dalam kondisi prima saat bermain game. Mau tahu apa saja? Simak ulasan berikut ini!

1. Pilih ISP Berkualitas dan Paket  Jaringan Internet Memadai

Kamu bisa memilih ISP yang layak berdasarkan review dari orang-orang yang pernah menggunakannya. Hal yang harus kamu perhatikan adalah apakah ISP punya service yang bagus saat ada kendala, juga seberapa sering internet mengalami lemot ataupun down.

Pertama, kamu bisa kunjungi beberapa fan page di Facebook yang khusus membahas ISP tertentu, Bertanya-tanyalah di sana, kumpulkan info, dan nilai sendiri kualitas mereka.

Kedua, setelah dapat ISP yang tepat, kamu harus tentukan mau memilih paket yang mana. Agar mendapatkan value for money yang maksimal, sebaiknya hindari paket bundling yang digabung dengan TV kabel.

2. Pakai Ethernet, Jangan WiFi

Seperti namanya, WiFi (Wireless Fidelity) adalah metode transmisi data yang dilakukan secara nirkabel atau tanpa kabel. Sedangkan kalau Ethernet, transmisi data dilakukan melalui kabel LAN atau yang biasa disebut juga dengan colokan RJ45.

Saat bermain game, usahakan untuk pakai Ethernet karena koneksi kamu dijamin meningkat drastis ketimbang WiFi. Mengapa? Simpelnya begini. Saat pakai WiFi, banyak sekali hal-hal yang bisa jadi masalah. Misalkan saja, sinyal terhalangi tembok, masalah out-of-range, lemah sinyal, dan lain-lain.

Hal-hal ini tidak akan kamu rasakan saat gunakan Ethernet. Faktanya, selain lebih cepat, penggunaan kabel LAN berujung pada koneksi internet yang lebih aman pula. Kamu kemungkinan tidak akan sadar jika ada penyusup yang mengintai aktivitas internetmu melalui jaringan WiFi.

Untuk lebih maksimal lagi, sebaiknya gunakan standar kabel Cat6 yang mendukung kecepatan internet hingga 10 Gbps. Kesimpulannya, wireless lebih lambat, pakai kabel lebih cepat.

3. Pakai Jaringan WiFi 5 GHz atau 6 GHz, Jangan 2,4 GHz

Oke, bagaimana kalau kita tidak punya kabel LAN? Atau laptop kita tidak ada port RJ45? Ya udah, pakai WiFi juga sah-sah saja sebenarnya. Kalau memang terpaksa harus pakai WiFi, gunakan yang jaringan 5 GHz alih-alih 2,4 GHz.

Mengapa? Soalnya, frekuensi 5 GHz 802.11ac menawarkan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi daripada 2,4 GHz. Sementara 5 GHz berpotensi untuk mencapai kecepatan 1,7 Gbps, 2,4 GHz hanya tawarkan maksimal kecepatan 300 Mbps.

Kecepatan di atas hanyalah secara teori, karena nyatanya dalam dunia nyata semuanya tergantung lagi dari seberapa banyak perangkat yang terhubung atau apakah sinyal terhalangi tembok.

Dan jika pakai 5 GHz, pastikan kamu taruh perangkat kamu di depan router, karena jarak sinyalnya lebih sempit dibanding 2,4 GHz. Pastikan juga router kamu mendukung 5 GHz dan telah di-set ke frekuensi tersebut.

Kalau laptop kamu tidak dapat mendeteksi jaringan 5 GHz, cobalah untuk update driver adapter WiFi Dual Band, atau cek kembali spesifikasi laptop. Kalau pakai laptop atau smartphone jadul, ada kemungkinan perangkat tidak mendukung 5 GHz.

4. Cek Kecepatan Internet Secara Berkala

Kalau kamu sering merasa internetnya lemot saat bermain game, kamu harus lakukan tes kecepatan internet pada situs-situs seperti fast.com atau Speedtest.net. Misalnya kamu berlangganan internet 75 Mbps, maka pastikan hasil pengujiannya tidak jauh-jauh dari angka itu.

Kalau kamu hanya mendapatkan 5 Mbps pada paket 75 Mbps, sudah saatnya kamu periksa apa yang salah. Apakah sudah terhubung pada WiFi 5/LAN? Jika sudah dan tidak ada peningkatan, saatnya menghubungi pihak teknisi untuk meminta bantuan.

5. Tutup Browser dan Aplikasi Lain

Saat sedang bermain game, terkadang kita lupa untuk menutup browser atau aplikasi Torrent yang sedang berjalan di belakang. Tanpa kita sadari, rupanya browser sedang melakukan download terhadap suatu file yang keberadaannya telah kamu lupakan.

Aplikasi seperti Torrent juga sebaiknya ditutup dengan benar. Jangan hanya di-close dengan mengklik tanda “X”, tapi klik kanan pada ikon di tray dan pilih menu Exit. Dengan begini, aplikasi sudah ditutup sepenuhnya.

Jika ada klien Torrent yang masih aktif, aplikasi ini akan tetap menyedot bandwidth bahkan saat semua unduhan telah selesai. Pasalnya, aplikasi Torrent akan melakukan seeding pada unduhan yang selesai, alias sebuah proses pengunggahan file untuk dibagikan pada pengguna Torrent lain di luar sana.

Home
Adv
Redaksi
Cari
Ke Atas