
INTRIK.ID, LOMBOK TENGAH — Sebanyak 20 kecelakaan mewarnai hari pertama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Jumat (9/10/2026). Di tengah rentetan insiden tersebut, perhatian kembali tertuju pada area gravel trap yang sebelumnya juga mendapat kritik dari para pembalap.
Sorotan ini muncul hanya sehari setelah Mandalika memperoleh homologasi Grade A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), pada 8 Oktober 2026. Lisensi tersebut menyatakan sirkuit memenuhi standar FIM untuk menggelar kejuaraan dunia Grand Prix musim 2026.
Data yang dilaporkan media motorsport menunjukkan, 20 kecelakaan pada Jumat itu terdiri dari 10 insiden di kelas MotoGP, enam di Moto3, dan empat di Moto2. Jumlah tersebut menjadikan hari pertama Grand Prix Indonesia diwarnai rentetan insiden di tiga kelas sekaligus.
Namun, angka kecelakaan itu sendiri belum membuktikan bahwa Mandalika tidak aman. Pertanyaan yang lebih mendesak justru muncul dari kritik pembalap terhadap bagian tertentu dari area keselamatan sirkuit.
Salah satu insiden yang menjadi sorotan melibatkan pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. Ia kehilangan kendali saat melaju di Tikungan 9 yang berkecepatan tinggi, kemudian meluncur keluar lintasan.
Situasi berubah ketika tubuhnya memasuki area gravel trap. Tubuh Quartararo terangkat dan berguling setelah melewati bagian peralihan antara aspal dan kerikil yang dilaporkan memiliki gundukan atau perbedaan ketinggian.
Quartararo beruntung tidak mengalami cedera serius. Meski demikian, insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai fungsi area keselamatan yang seharusnya membantu mengurangi dampak ketika pembalap terjatuh.
Media motorsport Crash.net melaporkan bahwa Quartararo meminta adanya tindakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Kritik serupa sebelumnya juga muncul setelah kecelakaan Marc Márquez di Mandalika pada 2025.