
Setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari, Noguchi meninggal dunia pada 16 Agustus 2023. Kabar tersebut diumumkan secara resmi oleh FIM Asia pada 17 Agustus 2023.
Meski tragedi itu menjadi bagian dari sejarah keselamatan di Mandalika, tidak tepat menyimpulkan bahwa penyebabnya sama dengan persoalan gravel trap yang kini diperdebatkan. Setiap insiden harus dinilai berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan masing-masing.
Namun, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pembalap tidak boleh diperlakukan sebagai persoalan sepele.
Rentetan 20 kecelakaan dalam sehari, ditambah kembali mencuatnya kritik terhadap area gravel, menjadi alasan bagi pengelola dan otoritas terkait untuk memastikan setiap masukan teknis ditangani secara serius.
Di sisi lain, jumlah kecelakaan tidak bisa berdiri sendiri sebagai ukuran bahwa sebuah sirkuit berbahaya. Kecepatan, kesalahan pembalap, kondisi ban, karakteristik motor, cuaca, serta faktor lain dapat memengaruhi terjadinya insiden.
Yang perlu dijawab adalah persoalan yang lebih spesifik: apakah perbedaan ketinggian pada peralihan aspal dan gravel yang dikeluhkan pembalap masih ditemukan, bagaimana hasil evaluasi teknisnya, dan tindakan apa yang akan dilakukan apabila kelemahan tersebut terkonfirmasi?
Jawaban atas pertanyaan itu lebih penting daripada perdebatan mengenai sirkuit mana yang lebih baik atau negara mana yang lebih layak menjadi tuan rumah.
Mandalika telah memperoleh pengakuan untuk menggelar MotoGP 2026. Kini, tantangannya bukan hanya menyelenggarakan balapan dengan sukses, tetapi juga memastikan setiap kritik keselamatan mendapat tindak lanjut yang jelas.