148 Kargo LNG RI ke Singapura, Bahlil Duga Sebagian Dijual Lagi ke Negara Lain

    Caption: Kapal kargo LNG. (Ist)

    Selain melalui pipa, Indonesia juga mengirimkan 148 kargo LNG ke Singapura. Namun, Bahlil meyakini tidak seluruh LNG tersebut digunakan untuk konsumsi negara itu.

    Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mulai mengurangi pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 MMSCFD dari total sekitar 409,5 MMSCFD. Pengurangan itu setara sekitar 7,6 persen dari volume pasokan sebelumnya.

    Bahlil menegaskan, langkah tersebut masih berada dalam koridor perjanjian yang berlaku. Menurutnya, volume pasokan setelah pengurangan tetap berada di atas batas minimum kontrak sehingga Indonesia belum dinilai melanggar kesepakatan dengan Singapura.

    “Yang kita lakukan pemotongan sebagian itu kan adalah 31 MM dari total 409 MM dari kontrak yang ada. Dengan yang ada itu kita belum melanggar kontrak karena ada batas minimum. Batas minimum itu belum kita lampaui. Jadi enggak ada masalah,” tegasnya.

    Kebutuhan Industri dan Listrik Dalam Negeri Jadi Prioritas

    Pengurangan pasokan gas ke Singapura disebut berkaitan dengan kebutuhan energi domestik yang harus dipenuhi pemerintah.

    Gas bumi menjadi salah satu sumber energi penting bagi pembangkit listrik dan sektor industri nasional. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaannya mencukupi sebelum mengalokasikan pasokan untuk kebutuhan ekspor.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook