
Monopoli kekayaan oleh para pemilik modal bukan lagi hal tabu untuk dibahas. Berdasarkan data Credit Suisse, 10 persen orang terkaya Indonesia menguasai 75,3 persen total kekayaan secara nasional. Kemudian di bidang agraria, rasio gini lahan mencapai 0,58 menunjukkan kepemilikan lahan dikuasai segelintir individu dan korporasi skala besar. Artinya, kita bukan miskin, tapi dimiskinkan. Kita bukan tidak punya kekayaan, tapi kekayaan kita diraup oleh segelintir orang saja yang berkuasa. Ketimpangan sosial dan ekonomi ini adalah buah pahit diterapkannya ekonomi kapitalisme.
Dengan demikian, akar masalah kemiskinan adalah penerapan sistem ekonomi sekuler yang melahirkan ekonomi liberal yakni kepemilikan umum justru dikuasai individu/swasta, tidak meratanya distribusi kekayaan, sulitnya mengakses lapangan kerja, gaji rendah dan kebutuhan yang tinggi telah menjadi penopang kemiskinan tetap eksis di negeri ini.
Solusi Pragmatis Tidak Menyelesaikan Masalah Kemiskinan
Benar bahwa berbagai solusi telah diupayakan oleh pemerintah. Namun, banyaknya solusi justru tidak menyentuh akar masalah. Sebab, solusi yang diberikan bukan solusi penanggulangan melainkan bantuan. Misalnya pemberian beras miskin, pemberian uang/dana bansos dan program sejenisnya hanya meringankan sedikit sekali beban bukan menghapus kemiskinan. Begitu juga program ketahanan pangan keluarga, memberi bantuan bibit ikan atau bibit tanaman juga tidak berdampak signifikan pada kehidupan penerima bantuan.
Juga ada solusi meningkatkan skill, namun nyatanya banyak sekali orang punya skill/kemampuan justru hidup miskin. Sebab, masalahnya bukan ada pada individu semata melainkan sistematis dalam kehidupan. Sudah ada kemampuan tapi lapangan kerja sulit. Sudah dapat kerja eh gajinya kecil, kebutuhan tinggi, harus bayar kontrakan, bayar listrik, beli kebutuhan pokok, gaji habis dan menipis terkategorilah miskin sebab memang gaji/pendapatan tidak benar-benar mengcover kebutuhan hidup. Dengan demikian, berbagai solusi pragmatis diatas wajar saja tidak mampu menyelesaikan kemiskinan sebab tidak menyentuh akar masalah kemiskinan yang sudah dijabarkan sebelumnya.
Solusi Kemiskinan dalam Sudut Pandang Islam