
Dirinya juga menambahkan saat ini seluruh barcode tersebut bisa diakses pengunjung Sungai Upang dengan menggunakan smartphone atau aplikasi QR Barcode sehingga informasi tanaman mulai dari nama lokal, taksonomi hingga deskripsinya bisa diketahui.
“Untuk tata caranya kita bisa dipandu oleh pemandu wisata yang ada di Sungai Upang, selain itu ada juga spanduk informasi berkaitan dengan akses pengunaan barcode ini,” terang Dian.
Sementara itu, Camat Puding Besar, Toni Ali memberikan apresiasi dan dukungan yang penuh dalam kegiatan tersebut dimana hal tersebut untuk melestarikan alam lingkungan serta memberikan edukasi kepada generasi muda saat ini.
“Jadi jangan sampai anak cucu kita nanti tidak mengenal lagi nama dan jenis tanaman lokal daerah kita. Sehingga hal tersebut perlu dilestarikan dan kita dukung bersama,” ungkapnya.