
Juhaini mengatakan, bantuan yang diberikan ini diharapkan dapat membantu warga penerima manfaat dan menekan angka inflasi di Pangkalpinang.
“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, inflasi di Pangkalpinang pada Mei 2024 yang dirilis pada Juni yakni 1,97 persen. Salah satu penyumbang terbesar yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ungkapnya.
Find some desired keywords.