
INTRIK.ID, KARIMUN — Persoalan air bersih saat musim kemarau masih menjadi tantangan bagi sebagian warga Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Di tengah program pemberdayaan ekonomi yang didukung PT Timah Tbk, pemerintah desa juga berharap ada perluasan bantuan, terutama beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan warga Dusun I, khususnya RT 03 dan RT 04, kerap kewalahan memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau. Untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian warga mengandalkan sumur bor dari program pemerintah.
“Kalau musim kemarau, masyarakat di Dusun I, terutama RT 03 dan RT 04, memang kewalahan dengan air. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka memanfaatkan sumur bor dari program pemerintah,” ujar Jefrizal.
Persoalan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi perhatian di tengah upaya mendorong kemandirian ekonomi desa. Jefrizal berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berlanjut dan menjangkau kebutuhan warga secara lebih luas.
Selama beberapa tahun terakhir, PT Timah menjalankan sejumlah program di Sawang Laut. Program itu meliputi budidaya ikan kakap putih oleh Pokdakan Tuah Bersatu, usaha ayam petelur, pengolahan terasi, hidroponik, hingga pengembangan bank sampah pada 2025.
Perusahaan juga mendukung kegiatan sosial dan keagamaan serta pembangunan fasilitas yang menjadi bagian dari identitas desa, termasuk Tugu Simpang Tanjak dan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Jefrizal menilai program pemberdayaan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Hasil budidaya hidroponik, misalnya, telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kelompok budidaya kakap putih dan pengolah terasi memperoleh pengalaman untuk mengembangkan usaha.