Warga Sawang Laut Masih Kesulitan Air saat Kemarau, Beasiswa Jadi Harapan Berikutnya

    Ia menjelaskan, udang rebon yang tersedia di wilayah mereka menjadi potensi lokal yang kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Sebelumnya, hasil tangkapan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

    “Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT Timah bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” katanya.

    Selain pelatihan, PT Timah memberikan dukungan sarana dan prasarana berupa rumah produksi, peralatan, serta mesin pembuatan terasi.

    “Dukungan dari PT Timah sangat besar, mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati.

    Pengembangan Belacan Cinta memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi peluang usaha bagi kelompok perempuan. Namun, keberlanjutan program pemberdayaan tetap membutuhkan pengembangan usaha agar produk mampu bertahan dan memberikan manfaat ekonomi secara konsisten.

    Bagi masyarakat Sawang Laut, pemberdayaan ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar, dan akses pendidikan merupakan kebutuhan yang saling melengkapi. Harapannya, program yang sudah berjalan dapat terus berkembang, sementara persoalan air bersih dan kebutuhan beasiswa juga mendapat perhatian.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook