Vicky Sentil Artis soal Karhutla, Nama-Nama yang Ramaikan Kampanye Prabowo-Gibran Kembali Disorot

    Caption: Vicky Prasetyo.

    INTRIK.ID — Saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, suara para figur publik ikut menjadi sorotan. Vicky Prasetyo secara terbuka menyentil artis dan influencer yang dinilainya lebih ramai membicarakan tren hiburan ketimbang bencana lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat.

    Kritik itu disampaikan Vicky melalui akun Instagram pribadinya dan diberitakan sejumlah media pada 16–17 Oktober 2026.

    Ia mempertanyakan penggunaan pengaruh para pemilik jutaan pengikut di media sosial ketika kebakaran hutan mengancam lingkungan dan kesehatan warga.

    “Nyali kalian di mana? Pakai pengaruh itu untuk bersuara menyelamatkan hutan,” demikian pernyataan Vicky yang dikutip Suara.com.

    Sentilan tersebut menjadi perhatian karena figur publik memiliki jangkauan yang luas untuk menyebarkan informasi, menggalang kepedulian, dan mendorong perhatian terhadap persoalan lingkungan.

    Pernah Ramaikan Kampanye Prabowo-Gibran

    Sorotan terhadap peran artis menarik jika melihat keterlibatan sejumlah selebritas dalam kampanye akbar Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menjelang Pilpres 2024.

    Kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Februari 2024 menghadirkan puluhan artis, musisi, dan influencer. Nama-nama yang diberitakan hadir antara lain Andre Taulany, Ari Lasso, Happy Asmara, Kiki Saputri, serta grup musik Dewa 19 dan NTRL.

    Kehadiran mereka menunjukkan bahwa selebritas turut mewarnai panggung politik nasional. Namun, keterlibatan dalam sebuah kampanye tidak otomatis berarti mereka mendukung setiap kebijakan pemerintah ataupun harus menyampaikan sikap politik yang sama.

    Karena itu, pertanyaan yang layak diajukan bukan sekadar siapa yang pernah hadir di panggung kampanye, melainkan bagaimana figur publik menggunakan pengaruhnya ketika persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat muncul.

    Asap Meluas, Kepedulian Dipertanyakan

    Karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 2026 telah memicu persoalan lingkungan dan kesehatan lintas wilayah.

    Reuters melaporkan pada 16 Oktober 2026 bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani kebakaran. Krisis asap juga menimbulkan gangguan kesehatan dan berdampak hingga Malaysia serta Timor-Leste.

    Dalam kondisi tersebut, perhatian publik terhadap sikap artis dan influencer menjadi bagian dari perdebatan mengenai tanggung jawab sosial figur berpengaruh.

    Meski demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menyebut seluruh artis yang pernah meramaikan kampanye Prabowo-Gibran sebagai pihak yang bungkam soal karhutla. Sejumlah figur publik justru telah menyuarakan persoalan asap dan mendesak penanganan yang lebih serius.

    Kritik Vicky pada akhirnya menjadi pengingat bahwa popularitas tidak hanya dapat digunakan untuk membangun citra atau mengejar perhatian warganet. Pengaruh yang besar juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar dan mendorong kepedulian terhadap warga terdampak.

    Di tengah karhutla yang belum sepenuhnya teratasi, publik membutuhkan lebih dari sekadar keramaian di media sosial: perhatian yang konsisten, informasi terverifikasi, dan dukungan nyata bagi upaya penyelamatan lingkungan.

      Ikuti kami di Facebook