
Kemendikdasmen sendiri menjelaskan bahwa O-Level yang dimiliki Gibran tidak otomatis diposisikan sebagai ijazah SMA Indonesia. Sertifikat tersebut menjadi bagian dari keseluruhan rekam pendidikan yang kemudian dinilai bersama pendidikan berikutnya.
Perbedaan paling mendasar terletak pada fungsi lembaga dan jalur pendidikannya.
SMK Indonesia merupakan pendidikan menengah kejuruan dalam sistem pendidikan nasional. Pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang mencakup antara lain standar kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, pengelolaan dan pembiayaan.
Sementara UTS College merupakan lembaga pendidikan tinggi swasta yang sekaligus berfungsi sebagai penyedia pathway menuju UTS. Regulator Australia, TEQSA, mencatat UTS College sebagai registered private higher education provider dan mencantumkan berbagai program diploma yang terakreditasi.
Jadi, ada perbedaan struktur yang cukup besar.
SMK dirancang sebagai bagian dari pendidikan menengah. UTS College dirancang sebagai jembatan menuju pendidikan tinggi.
Namun, materi tertentu yang dipelajari di UTS Insearch pada periode pendidikan Gibran dapat memiliki kompetensi yang beririsan dengan bidang keahlian SMK. Irisan itulah yang kemudian menjadi salah satu dasar penilaian pemerintah.
Karena memang beberapa materi tersebut memiliki karakter bisnis dan ekonomi yang lebih spesifik.
Bayangkan siswa SMK akuntansi Indonesia mempelajari pembukuan, akuntansi, administrasi keuangan, ekonomi dan kompetensi terkait dunia kerja.
Di sisi lain, peserta program bisnis dalam jalur UTS dapat mempelajari accounting, finance, marketing, economics, management hingga business law.
Ada irisan kompetensi, tetapi cara penyelenggaraan, level institusi, struktur kurikulum dan sistem kualifikasinya tidak otomatis sama.
Itulah sebabnya membandingkan satu mata kuliah UTS Insearch dengan satu mata pelajaran SMK secara mentah akan menghasilkan kesimpulan yang terlalu sederhana.
Yang dibandingkan pemerintah bukan semata-mata nama mata pelajaran.
Yang menjadi dasar adalah hasil belajar dan kompetensi.
Perdebatan publik kadang membuat UTS Insearch seolah-olah merupakan lembaga pendidikan yang berada di luar sistem formal.
Faktanya, UTS College saat ini merupakan penyedia pendidikan tinggi yang terdaftar di Australia. TEQSA mencatat sejumlah program diplomanya sebagai program yang terakreditasi.
Bahkan dalam sistem UTS saat ini, diploma tertentu disebut dapat menjadi jalur menuju tahun kedua program sarjana apabila mahasiswa memenuhi persyaratan nilai yang ditentukan.
Artinya, persoalannya bukan apakah UTS Insearch merupakan lembaga pendidikan “serius” atau bukan.
Persoalan sebenarnya adalah bagaimana kualifikasi dari sistem pendidikan yang berbeda itu diterjemahkan ke dalam sistem pendidikan Indonesia.
| Aspek | UTS Insearch/UTS College | SMK Indonesia |
|---|---|---|
| Sistem | Australia | Indonesia |
| Fungsi utama | Pathway menuju pendidikan tinggi | Pendidikan menengah kejuruan |
| Orientasi | Persiapan akademik dan jalur ke universitas | Pendidikan menengah sekaligus kompetensi keahlian |
| Bidang bisnis | Accounting, finance, marketing, management, economics, dan lainnya | Akuntansi, keuangan dan kompetensi kejuruan terkait |
| Bahasa utama | Inggris | Bahasa Indonesia |
| Jalur setelah belajar | Dapat berlanjut ke program sarjana UTS sesuai ketentuan | Dapat bekerja atau melanjutkan pendidikan tinggi |
| Penyetaraan | Dinilai berdasarkan dokumen dan hasil belajar | Mengikuti sistem nasional Indonesia |
Perbandingan ini menunjukkan satu hal penting: tidak tepat mengatakan UTS Insearch sama dengan SMK, tetapi juga terlalu sederhana jika mengatakan tidak memiliki titik kompetensi yang dapat dibandingkan dengan SMK.
Inilah bagian yang paling penting dari polemik pendidikan Gibran.
Menurut keterangan pemerintah di MK, permohonan penyetaraan diajukan pada 2019. Tim penilai kemudian melihat kesinambungan seluruh riwayat pendidikan, dokumen pendukung, serta hasil belajar dari sistem pendidikan yang berbeda.