
“Masih was-was karena damai aja. Gak ada kabar apapun hingga saat ini. Mudah-Mudahan sudah reda dan PIP gak dibangun di Desa Kami,” ucapnya kepada intrik.id.
Pria 27 tahun itu juga menyebutkan, masyarakat masih kekeh dalam menolak adanya tambang di Desa Beriga yang akan menggangu masyarakat nelayan dalam menangkap ikan di tanah mereka sendiri.
“Mudah-Mudahan kami diberi kekuatan agar mampu mempertahankan laut adat kami dari penghancuran,” ujarnya.
“Ini laut kami untuk masa depan masyarakat. Bukan cuma desa Beriga, tapi masyarakat Bangka Tengah kedepannya, ” lanjutnya.