Ternyata FAM Mengajukan Diri Masuk Nominasi AFC 2026

    Caption: Logo AFC dan FAM.

    INTRIK.ID – Masuknya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam nominasi penghargaan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2026 memunculkan tanda tanya. Bagaimana federasi yang terseret kasus dokumen tujuh pemain naturalisasi itu bisa masuk daftar kandidat asosiasi terbaik Asia?

    Jawabannya ternyata bukan karena FAM mengungguli pesaingnya dalam proses seleksi awal. Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, menjelaskan bahwa hanya tiga asosiasi yang mengajukan nominasi sebelum tenggat waktu untuk kategori tersebut.

    Dikutip dari New Straits Times, Windsor mengatakan jumlah pendaftar itu sesuai dengan kebutuhan tiga kandidat. Karena itu, FAM otomatis masuk daftar nominasi bersama asosiasi sepak bola Hong Kong dan India.

    Penjelasan tersebut membuat polemik pencalonan FAM semakin menarik. Sebab, status sebagai nomine penghargaan bergengsi itu muncul ketika sepak bola Malaysia masih dibayangi persoalan serius terkait administrasi dan kelayakan pemain naturalisasi.

    Terseret Kasus Tujuh Pemain

    Kontroversi FAM bermula dari kasus dokumen kelayakan tujuh pemain yang memperkuat tim nasional Malaysia. Pada September 2025, FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM terkait pelanggaran dalam proses pendaftaran pemain tersebut.

    Kasus itu berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada 2026, CAS mempertahankan denda terhadap FAM, meskipun mengubah cakupan larangan bermain bagi tujuh pemain yang terlibat.

    Dampaknya tidak berhenti pada para pemain. Krisis tersebut turut mengguncang organisasi sepak bola Malaysia. Pada Januari 2026, seluruh anggota komite eksekutif FAM mengundurkan diri setelah muncul tekanan menyusul sanksi FIFA.

    AFC kemudian terlibat dalam evaluasi tata kelola organisasi tersebut untuk mengidentifikasi kelemahan administrasi dan mendorong reformasi.

    Masuk Nominasi Bukan Berarti Bebas Kritik

    FAM masuk dalam kategori AFC Member Association of the Year (Gold). Dalam kategori ini, FAM bersaing dengan Asosiasi Sepak Bola Hong Kong dan Federasi Sepak Bola Seluruh India.

    Penting untuk membedakan pencalonan administratif dengan penilaian atas prestasi dan tata kelola sebuah federasi. Masuknya FAM ke dalam daftar kandidat tidak otomatis berarti AFC telah menyatakan seluruh persoalan yang membelit organisasi tersebut selesai.

    Namun, fakta bahwa pencalonan itu terjadi di tengah kontroversi tetap memunculkan pertanyaan tentang kriteria penghargaan dan bagaimana pencapaian sebuah federasi dinilai.

    Penghargaan tersebut dijadwalkan diumumkan dalam acara AFC Awards 2026 di Bangkok, Thailand, pada 19 November 2026.

    Pada akhirnya, penjelasan mengenai terbatasnya jumlah pendaftar menjawab bagaimana FAM bisa masuk nominasi. Akan tetapi, pertanyaan mengenai kepercayaan publik terhadap tata kelola sepak bola Malaysia masih membutuhkan jawaban melalui pembenahan nyata dan akuntabilitas organisasi.

      Ikuti kami di Facebook