Bukan Era Shin Tae-yong! Naturalisasi Timnas Indonesia Sudah Berjalan Sejak 1950-an

    Caption: Arnold Wouter van der Vin.

    INTRIK.ID — Ramainya pemain keturunan yang memperkuat Timnas Indonesia membuat naturalisasi seolah menjadi strategi baru dalam sepak bola nasional. Padahal, langkah tersebut sudah ditempuh jauh sebelum era Shin Tae-yong dan kepemimpinan Erick Thohir di PSSI.

    Jika melihat sejarah modernnya, program naturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia mulai menonjol pada 2010, ketika PSSI dipimpin Nurdin Halid. Namun, jejak pemain yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia dan kemudian membela Garuda sebenarnya dapat ditelusuri hingga era 1950-an.

    Era 1950-an: Jejak Awal Pemain Naturalisasi

    Salah satu nama yang kerap muncul dalam catatan sejarah naturalisasi sepak bola Indonesia adalah Arnold Wouter van der Vin, penjaga gawang kelahiran Semarang pada 1924 yang memiliki latar belakang keluarga Belanda.

    Van der Vin membela Indonesia pada era 1950-an. Meski sering disebut sebagai salah satu pelopor pemain naturalisasi, status kewarganegaraannya terbentuk dalam konteks hukum pascakemerdekaan yang berbeda dari prosedur naturalisasi modern.

    Karena itu, menyebut era 1950-an sebagai awal seluruh program naturalisasi PSSI perlu dilakukan secara hati-hati. Periode tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari sejarah awal pemain berlatar belakang asing yang menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.

    Tahun 2010: Naturalisasi Menjadi Strategi Modern

    Titik penting berikutnya terjadi pada 2010. Ketika itu, PSSI mulai menjalankan program naturalisasi secara lebih terarah untuk meningkatkan kualitas tim nasional.

    Nama Cristian Gonzales menjadi salah satu yang paling menonjol. Penyerang kelahiran Uruguay tersebut telah lama bermain di kompetisi Indonesia sebelum resmi menjadi warga negara Indonesia pada 2010.

    Kesempatan membela Timnas kemudian datang pada Piala AFF 2010. Gonzales mencetak tiga gol sepanjang turnamen dan menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia hingga final, meskipun Garuda akhirnya gagal meraih gelar setelah kalah dari Malaysia.

    Pada tahun yang sama, Kim Jeffrey Kurniawan juga resmi menjadi WNI. Pada Desember 2010, Ketua Umum PSSI saat itu, Nurdin Halid, menyebut Kim sebagai pemain yang masuk dalam program naturalisasi PSSI.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook