
Jumlah tersebut setara sekitar 68 persen dari target penemuan 929 kasus. Artinya, masih ada selisih antara jumlah kasus yang telah ditemukan dengan target penemuan yang ditetapkan.
Sementara itu, HIV/AIDS tercatat sebanyak 88 kasus. Angka ini lebih rendah dibandingkan catatan tahun 2025 sebanyak 121 kasus dan 2024 sebanyak 110 kasus.
Meski demikian, penurunan jumlah kasus yang tercatat tidak serta-merta membuktikan bahwa penularan telah terkendali. Pemeriksaan dan deteksi dini tetap diperlukan agar kasus yang belum teridentifikasi dapat ditemukan dan ditangani.
Untuk malaria, tercatat 11 kasus impor yang terdata melalui rumah sakit di luar Pangkalpinang.
Adapun pemeriksaan hepatitis pada ibu hamil menunjukkan 14 hasil reaktif. Sebanyak 50 persen di antaranya berasal dari Kecamatan Gerunggang.
Prof Udin berharap angka penyakit menular tersebut tidak kembali meningkat, terutama kasus HIV/AIDS.