
“Yang angkut orang berok. Kami cuma disuruh. Terus katanya milik salah satu pengusaha yang terkenal disini,” ucap buruh angkut tersebut yang enggan namanya disebut.
“Kami gak tau ya, tapi bapaknya bilang itu milik pribadi bukan punya pemda ataupun Kobatin lagi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Tengah Cherlini mengatakan, aset tersebut bukanlah milik Pemkab Bateng.