
Ia menambahkan bahwa semua dilakukan secara gotong royong dan sumbangan sukarela dari warga untuk membeli semen, pasir, dan batu untuk material pengecoran.
Menurut Pa’i, inisiatif gotong royong ini muncul karena kekhawatiran jika kerusakan dibiarkan, jalan di Desa Perlang yang merupakan desa terpadat penduduk dan terluas wilayahnya, akan semakin hancur.
Sementara itu, Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni membenarkan bahwa kegiatan gotong royong dengan menyemen bahu jalan aspal ini sudah menjadi kebiasaan warganya.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga aset ini,” katanya.
Ia menyebutkan, sebelumnya gotong royong serupa sudah dilakukan di RT 01, dan kini berlanjut ke RT 04 dan 05. Iapun mengungkapkan bahwa selama dirinya menjabat sejak tahun 2022, belum ada pengaspalan jalan dari dana APBD Bangka Tengah, padahal banyak pemukiman padat penduduk yang belum memiliki akses jalan aspal yang layak.