
“Sekarang enggak perlu jual ke luar lagi karena begitu naik ke darat, langsung ada mitra yang nunggu, langsung dibayar imbal jasanya. Kita bisa langsung pulang ke rumah. Terus dari rumah kita sudah tenang mau kerja, enggak takut ada razia,” ucapnya.
Menurutnya, untuk bergabung dengan mitra PT Timah tidak lah sulit, asalkan berkomitmen untuk menjual hasil timah ke mitra yang nantinya akan disetorkan ke PT Timah.
“Enggak sulit untuk bermitra dengan mitra usaha PT Timah, kita hanya di data saja, jual hasilnya ke mitra PT Timah. Tidak dipungut biaya sama sekali,” katanya.
Disinggung soal imbal jasa penambangan yang diterimanya, menurutnya nilai imbal jasa yang diberikan mitra usaha PT Timah Tbk masih sesuai dan menutupi biaya operasional mereka, namun minimal harus mendapatkan hasil 3kg bijih timah per hari
“Karena saya kerja sendiri, nilam imbal jasa Rp160.000 ini masih bisa kalau hasilnya bisa di atas 3kg. Kalau penambang kan mau imbal jasa yang tinggi, kalau adanya ini masih lumayan masih bisa beli mainan untuk anak, beli keinginan istri,” tutupnya. (*)