
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Kelurahan Berok gagal menjadi Kampung Nelayan Merah Putih setelah diputuskan oleh Kementerian Kelautan belum layak menjadi kemping nelayan Merah putih.
Padahal Anggota DPR RI Melati sudah meninjau langsung dan menyebutkan kelurahan Berok memang bagus menjadi Kampung Nelayan karena merupakan central nelayan Kota Koba.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bangka Tengah Triono menjelaskan, ada 3 alasan kenapa Berok gagal menjadi Kampung nelayan Merah Putih.
“Kalau paparan dari kementerian bahwa Berok ini Sedimentasi tinggi untuk pengerukan, penimbunan terlalu tinggi yakni 1-2 meter serta jumlah nelayan terlalu sedikit karena mengacunya hanya Kelurahan Berok saja, ” jelasnya, Selasa (30/12/2025).
Pihaknya padahal sudah menjelaskan, bahwa konsep yang ditawarkan adalah untuk seluruh nelayan yang ada di Kota Koba (5 kelurahan 1 Desa).
“Kalau 2 poin pertama sebenarnya masih bisa diatasi, namun kalau nelayan sedikit karena mereka hanya melihat nelayan berok saja. Padahal kami tawarkan nelayan Kota Koba yakni kelurahan berok, Koba, arung Dalam, Padang Mulia, Simpang Perlang dan Desa Nibung, ” tegasnya.
Pihak kementerian akhirnya, hanya memberikan Rekomendasi bahwa Berok menjadi penyanggah Kampung Nelayan Merah Putih saja.
“Kami cuma direkomendasi sebagai pengganti Kampung nelayan Merah Putih. Namun kami belum paham konsepnya gimana,” ungkapnya.
Walau demikian, penunjukan Kampung Nelayan Merah Putih di Berok masih ada harapan. Tergantung nanti ada verifikasi ulang dari pihak kementerian.
“Walau belum berhasil tahun ini, mungkin tahun depan. Kita juga sudah mengajukan untuk Desa Nelayan Batu Beriga. Yang dapat tahun ini Bangka Selatan di Sadai dan Belitung. Mudah-mudahan ada jalan,” tukasnya.