
INTRIK.ID — Taisei Marukawa bukan pesepak bola Jepang yang datang ke Indonesia dengan status mantan bintang J.League. Ia juga tidak membawa reputasi sebagai pemain yang pernah memperkuat klub elite di negaranya.
Namun, justru di Indonesia nama pemain kelahiran Higashihiroshima itu melejit. Dari pemain yang merintis karier profesional di Eropa, Marukawa menjelma menjadi bintang Persebaya Surabaya, merasakan persaingan bersama PSIS Semarang dan Dewa United, hingga kini mengurus naturalisasi demi membuka peluang membela Timnas Indonesia.
Perjalanannya menjadi kisah menarik tentang pemain yang menemukan panggung terbesarnya jauh dari negara asal.
Marukawa lahir pada 30 Januari 1997 di Higashihiroshima, Prefektur Hiroshima, Jepang. Ia menempuh pendidikan di Hiroshima Minami High School sebelum melanjutkan kuliah di Chuo University.
Jalur tersebut berbeda dari pesepak bola yang sejak usia muda menembus akademi klub profesional dan kemudian berkompetisi di J.League.
Marukawa tidak tercatat pernah bermain di kompetisi kasta tertinggi Jepang sebelum berangkat ke Eropa. Ia justru memulai karier profesionalnya di Malta, sebuah langkah yang membawanya keluar dari lingkungan sepak bola Jepang untuk mencari kesempatan bermain.
Pada 2019, Marukawa bergabung dengan Senglea Athletic. Ia kemudian memperkuat Valletta pada 2020 sebelum melanjutkan perjalanan ke Latvia bersama Noah Jurmala pada 2021.
Nama klub-klub tersebut mungkin tidak terlalu akrab bagi penggemar sepak bola Indonesia. Namun, pengalaman di Eropa menjadi bagian penting dari perjalanan Marukawa sebelum ia mendapatkan kesempatan berkarier di Asia.
Keputusannya merantau menunjukkan bahwa jalan menuju sepak bola profesional tidak selalu harus melewati kompetisi elite di negara sendiri.
Pada 31 Mei 2021, Persebaya Surabaya mengumumkan perekrutan Marukawa untuk menghadapi Liga 1 2021/2022.
Saat itu, ia bukan pemain yang datang dengan label bintang besar. Bahkan, Persebaya menyebut musim tersebut sebagai pengalaman pertamanya bermain di klub profesional Asia.
Namun, pelatih Aji Santoso melihat potensi yang bisa dikembangkan dari pemain Jepang tersebut.
Kepercayaan itu dibayar dengan penampilan yang melampaui ekspektasi. Marukawa tampil tajam, lincah, dan berani menusuk pertahanan lawan. Ia mampu beroperasi di sisi sayap maupun membantu serangan dari posisi yang lebih sentral.
Pada musim debutnya, Marukawa mencetak 17 gol dan 10 assist dalam 32 pertandingan Liga 1 2021/2022.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling produktif di kompetisi. Ia pun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga 1 2021/2022.
Pencapaian itu menjadi titik balik kariernya. Pemain yang datang dari kompetisi Eropa yang relatif kurang populer di Indonesia tersebut berhasil menempatkan dirinya di antara nama-nama yang paling diperhitungkan dalam sepak bola nasional.
Persebaya bukan sekadar klub baru bagi Marukawa. Surabaya menjadi tempat ketika potensinya menemukan panggung yang tepat.
Setelah satu musim fenomenal bersama Persebaya, Marukawa melanjutkan karier ke PSIS Semarang pada 2022.
Kepindahan tersebut menandai tantangan baru. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan dan pola permainan yang berbeda, sekaligus menghadapi ekspektasi setelah sukses besar di musim sebelumnya.
Bersama PSIS, Marukawa tetap menjadi pemain yang diperhitungkan. Ia mencatat 11 gol dalam 63 penampilan liga selama periode 2022–2024.
Pada 2024, ia kemudian bergabung dengan Dewa United. Perpindahan ini memperpanjang perjalanannya di sepak bola Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa kariernya tidak berhenti setelah meninggalkan Persebaya.
Produktivitasnya memang tidak lagi setinggi musim debut. Namun, perjalanan bersama tiga klub berbeda memberinya pengalaman panjang menghadapi karakter permainan, tekanan suporter, dan tuntutan kompetisi di Indonesia.
Marukawa telah melewati fase sebagai pemain kejutan, pemain andalan, hingga pemain berpengalaman yang harus menjaga konsistensi di tengah persaingan.
Pada Oktober 2026, perhatian terhadap Marukawa kembali meningkat setelah ia mengonfirmasi tengah menjalani proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia.
Dalam keterangan yang dimuat I.League pada 7 Oktober 2026, Marukawa mengatakan dokumen yang diperlukan telah diserahkan dan ia sedang menunggu persetujuan lanjutan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman tinggal di Indonesia selama lima tahun membuatnya semakin mencintai Tanah Air. Keramahan masyarakat menjadi salah satu alasan dirinya merasa nyaman menjalani kehidupan di Indonesia.
Lebih jauh, Marukawa memiliki impian untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Keinginan tersebut membuka kemungkinan babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah bertahun-tahun bermain sebagai pemain asing, ia berpeluang menjalani proses perubahan kewarganegaraan melalui jalur naturalisasi.
Namun, proses menjadi WNI harus dibedakan dari kelayakan membela tim nasional. Status kewarganegaraan tidak otomatis membuat seorang pemain memenuhi seluruh persyaratan FIFA untuk mewakili negara dalam pertandingan internasional.
Karena itu, peluang Marukawa mengenakan seragam Merah Putih masih bergantung pada penyelesaian proses kewarganegaraan, pemenuhan ketentuan yang berlaku, serta keputusan tim pelatih.
Ada ironi menarik dalam perjalanan Marukawa.
Ia tidak membangun reputasi melalui J.League, kompetisi yang menjadi salah satu panggung utama sepak bola Jepang. Ia justru merantau ke Eropa, memulai karier bersama klub-klub yang kurang dikenal penggemar sepak bola Indonesia, lalu menemukan momentum terbesar bersama Persebaya.
Dari Surabaya, kariernya berlanjut ke Semarang dan kemudian Dewa United. Lima tahun berkompetisi di Indonesia juga membuka kemungkinan yang sebelumnya tidak menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya: membela tim nasional negara tempat ia mencari nafkah.
Jika proses naturalisasinya tuntas dan seluruh persyaratan FIFA terpenuhi, Marukawa berpeluang menambah babak baru dalam kisah kariernya.
Namun, satu hal sudah terlihat dari perjalanan tersebut: reputasi seorang pemain tidak selalu ditentukan oleh nama besar kompetisi tempat ia memulai karier.
Marukawa datang ke Indonesia tanpa status mantan pemain J.League. Ia kemudian membuktikan kualitasnya di lapangan, meraih penghargaan individu, dan membangun karier bersama sejumlah klub.
Kini, tantangan berikutnya berada di depan mata. Bukan lagi sekadar membuktikan kemampuan sebagai pemain asing, melainkan menunggu kepastian proses naturalisasi dan kemungkinan memperjuangkan tempat di Timnas Indonesia.
Dari Hiroshima hingga sepak bola Indonesia, perjalanan Marukawa memperlihatkan bagaimana sebuah kesempatan di tempat yang tidak selalu diperkirakan dapat mengubah arah karier seorang pemain.