
Pasalnya ada beberapa titik yang menjadi ranah langsung dari Kementerian Perhubungan, Dishub Provinsi ataupun pemerintah desa.
“Jadi sebenarnya di pemerintah desa juga ada anggaran untuk lampu jalan. Tapi selama ini keluhan masyarakat kan selalu ke Kabupaten. Tapi setiap keluhan akan selalu kami tampung dan tetap kami koordinasikan,” terangnya.
Fernando menyebutkan, lampu PJU dari tenaga listrik PLN dianggap memiliki kelebihan daripada lampu PJU tenaga surya, salah satunya dari segi perawatan yang jauh lebih mudah dan lebih hemat.
“Untuk yang tenaga surya, perawatannya jauh lebih susah karena kita harus rutin membersihkan panel suryanya. Selain itu, spare part lampu PJU tenaga Surya juga kerap dicuri, terutama akinya,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengupayakan agar seluruh lampu PJU yang ada di Bangka Tengah diganti menggunakan lampu tenaga listrik PLN.(Erwin)