
“Reformasi ini telah ikut memperbaiki kinerja pembangunan secara jelas tergambar dari peningkatan kualitas pelayanan publik, kapasitas pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, pendapatan Per kapita dan penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan pihaknya bertekad untuk mewujudkan pengelolaan APBD yang efektif dan berkelanjutan serta dapat menjadi jangkar kestabilan ekonomi.
“RAPBD yang kita susun ini tentunya harus dapat mengoptimalkan peran Kebijakan fiskal, sehingga benar-benar secara efektif mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memantapkan pemerataan,” harapnya.
Dengan memperhatikan berbagai asumsi itu, pihaknya ajan meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi diasumsikan bertambah sebesar Rp 4,88 miliar atau meningkat sebesar 3,40 Persen. Pembangunan pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial yang berkeadilan diperkirakan bertambah sebesar Rp 24,92 miliar atau meningkat sebesar 15,58 persen. Kemudian konektivitas infrastruktur diprediksi bertambah sebesar Rp 15,08 miliar atau meningkat sebesar 10,62 Persen, pembangunan pariwisata, pertanian, industri dan UMKM bertambah sebesar Rp 2,39 miliar atau meningkat sebesar 4,58 Persen dan penanggulangan bencana bertambah sebesar Rp 325,42 juta atau meningkat sebesar 2,50 persen.(ADV)