
INTRIK.ID, BELITUNG TIMUR — Kerusakan sumur bor di Dusun Terang Bulan, Desa Lalang, Belitung Timur, sempat membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih selama beberapa bulan. Saat musim kemarau, masyarakat terpaksa mengambil air dari dusun lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan ibadah. Masjid setempat harus mengeluarkan biaya sekitar Rp800 ribu per bulan untuk membeli air karena sumur bor yang biasa digunakan tidak lagi berfungsi.
Persoalan itu kini mulai teratasi setelah PT Timah (Persero) Tbk membantu peremajaan sumur bor di dusun tersebut. Perbaikan dilakukan agar fasilitas air bersih itu kembali beroperasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kepala Desa Lalang, Muhammad, mengatakan sumur bor tersebut sebelumnya menjadi sumber air bagi warga. Namun, kerusakan pada sejumlah bagian membuat fasilitas itu tidak dapat digunakan, sehingga masyarakat harus mencari sumber air alternatif.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari PT Timah, sumur bor ini bisa kembali beroperasi. Sebelumnya, masyarakat kesulitan mendapatkan air, apalagi saat musim kemarau,” ujar Muhammad.
Menurutnya, sumur bor tersebut melayani sekitar 100 rumah di Dusun Terang Bulan. Fasilitas yang sama juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masjid setempat.
Kembali berfungsinya sumur bor diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air dari dusun lain. Masjid juga berpeluang menekan pengeluaran pembelian air yang sebelumnya mencapai sekitar Rp800 ribu setiap bulan.
Muhammad menilai bantuan tersebut menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air bersih diperlukan untuk aktivitas rumah tangga sekaligus menunjang kegiatan ibadah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang, menurutnya, telah memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat Desa Lalang dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari rehabilitasi rumah, pengobatan, hingga pendidikan.
“Terima kasih kepada PT Timah sudah banyak kontribusi yang dirasakan masyarakat, mulai dari bantuan rehabilitasi rumah, bantuan pengobatan, hingga bantuan pendidikan. Bantuan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Muhammad berharap kontribusi perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya dapat terus berlanjut. Ia juga mendorong penguatan komunikasi dan kerja sama antara perusahaan dengan masyarakat desa, termasuk dalam pengelolaan potensi sumber daya timah agar aktivitas pertambangan yang sesuai ketentuan dapat memberikan manfaat bagi warga.(*)
Sumber: PT Timah Tbk