
Salah satu masyarakat Beriga yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, sudah menunggu pihak PT Timah untuk datang agar bisa meneriakkan penolakan tambang.
“Kami sudah nunggu, ujung-ujungnya batal juga. Baru mau kami teriaki tolak IUP PT Timah karena membunuh masyarakat,” ucapnya kepada intrik.id.
Ia juga mengatakan, pihak PT Timah terkesan tidak meminta izin untuk membawa mitranya datang ke Desa Beriga.
“Mereka mau langsung nambang disini tanpa permisi, terus juga mereka bawa mitra dan bekingan yang tidak jelas. Kami tentu masyarakat Beriga sangat tidak suka dengan cara seperti ini. Apalagi ini akan membuat kami mati perlahan karena mata pencaharian kami hilang perlahan,” ungkapnya.