
INTRIK.ID, JAKARTA – Agus Gumiwang Kartasasmita harus meninggalkan kursi Menteri Perindustrian ketika dirinya masih berada di Amerika Serikat menjalankan agenda resmi pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Saat keputusan itu diumumkan, Agus tengah menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026 di Amerika Serikat.
Pergantian tersebut menarik perhatian karena terjadi ketika Agus masih menjalankan tugas sebagai Menperin di luar negeri.
Sehari sebelum pergantian, Agus bahkan masih mengunggah aktivitasnya selama berada di AS. Ia bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer untuk membahas penguatan kerja sama perdagangan dan industri Indonesia-Amerika Serikat.
Agus juga bertemu Menteri Perdagangan Republik Korea Park Jung-sung untuk membahas perkembangan manufaktur serta peluang kerja sama perdagangan dan industri.
Sebelum dicopot dari jabatan Menperin, Agus Gumiwang juga sempat menjadi salah satu pejabat yang menyoroti rencana pengadaan kendaraan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Saat itu, pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mendatangkan 105 ribu kendaraan dari India untuk mendukung operasional Kopdes.
Rinciannya terdiri dari 35 ribu pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra serta 35 ribu pikap 4×4 dan 35 ribu truk roda enam dari Tata Motors.
Agus ketika itu menekankan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan memproduksi kendaraan pikap sendiri.
Ia menyebut produksi kendaraan di dalam negeri dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar melalui keterkaitan dengan industri pendukung.
Menurut Agus, apabila kebutuhan 70 ribu unit kendaraan pikap 4×2 dipenuhi dari produksi dalam negeri, dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) diperkirakan mencapai sekitar Rp27 triliun.
Pernyataan tersebut muncul ketika rencana impor kendaraan dari India sedang menjadi perhatian. Bahkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kala itu meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu kendaraan tersebut untuk mengevaluasi kesiapan industri dalam negeri.
Namun, kendaraan yang sudah telanjur masuk kemudian tetap diarahkan untuk mendukung operasional Kopdes yang telah siap. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut ribuan kendaraan tersebut akan didistribusikan secara bertahap.
Setelah Agus diganti, posisi Menteri Perindustrian kini ditempati Sarmuji.
Usai dilantik, Sarmuji mengatakan dirinya akan membenahi berbagai persoalan di sektor industri satu per satu. Ia juga menekankan peran industri sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, belum terdapat informasi resmi yang menyatakan bahwa sikap Agus terkait impor kendaraan dari India menjadi alasan pergantian dirinya.
Karena itu, dua peristiwa tersebut perlu dilihat sebagai rangkaian fakta yang terjadi dalam periode yang berdekatan, bukan sebagai hubungan sebab-akibat yang telah terbukti.
Yang jelas, reshuffle membuat Agus Gumiwang kehilangan posisi Menperin ketika dirinya masih berada di Amerika Serikat menjalankan agenda kerja, sementara salah satu isu yang pernah ia soroti sebelum pergantian adalah pentingnya mengoptimalkan industri otomotif dalam negeri di tengah rencana impor kendaraan Kopdes dari India.