Singapura Butuh 38 Juta Meter Kubik Gas per Hari, Seberapa Penting Pasokan dari Indonesia?

    Caption: Kilang gas. (Ist)

    Dalam pengumuman awal yang diberitakan media, pasokan yang dialihkan mencapai 31 juta kaki kubik per hari. Rinciannya, 15 juta kaki kubik per hari berasal dari Natuna dan 16 juta kaki kubik per hari dari Sumatra.

    Langkah tersebut berkaitan dengan upaya memenuhi kebutuhan energi domestik, termasuk untuk mendukung pasokan listrik dan kegiatan ekonomi di dalam negeri.

    Dari sudut pandang Indonesia, kebijakan ini memperlihatkan pentingnya menyeimbangkan kepentingan ekspor dengan kebutuhan energi nasional.

    Gas alam bukan hanya komoditas yang menghasilkan pendapatan dari luar negeri, tetapi juga sumber energi strategis bagi pembangkit listrik dan industri domestik.

    Meski demikian, dampak pengalihan pasokan terhadap Singapura harus dilihat berdasarkan volume yang benar-benar berkurang, durasi kebijakan, serta kontrak pasokan yang berlaku.

    Singapura Mengaku Masih Memiliki Pasokan Pengganti

    Pemerintah Singapura juga memberikan penjelasan mengenai dampak perubahan pasokan tersebut.

    Energy Market Authority (EMA) Singapura menyampaikan bahwa pengurangan pasokan yang diperhitungkan bagi Singapura mencapai 17 BBTUD selama 18 hari. Menurut otoritas tersebut, dampaknya kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan gas harian sektor pembangkit listrik.

    Singapura menyatakan masih memiliki alternatif pasokan, termasuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

    Negara tersebut memang memperoleh gas melalui dua jalur utama, yakni pipa dari negara tetangga dan LNG yang dapat dibeli dari pasar internasional.

    Dalam komposisi impor gas pada 2025 yang dilaporkan sebelumnya, gas pipa menyumbang sekitar 43 persen, sedangkan LNG mencapai 57 persen.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook