
Bagi Sapari, donor darah bukan sekadar rutinitas. Ada kepuasan tersendiri ketika darah yang diberikan dapat membantu orang lain yang sedang membutuhkan.
“Alhamdulillah yang saya rasakan badan terasa lebih segar dan sehat. Di Bangka ini ketersediaan darah sangat dibutuhkan dan pendonor kita masih terbatas. Jadi selain untuk kesehatan, ada rasa panggilan jiwa sosial untuk membantu keluarga atau sesama yang butuh darah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan PT Timah sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Semoga PT Timah terus memberikan yang terbaik untuk Bangka Belitung, terutama untuk menyejahterakan karyawannya dan umumnya untuk kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya.
Aksi donor darah di Pangkalpinang tersebut melengkapi rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya digelar PT Timah di sejumlah wilayah operasional, mulai dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Kundur hingga Jakarta.
Di usia setengah abad, PT Timah memilih merayakan perjalanan perusahaan bukan hanya dengan seremoni, tetapi juga dengan mengajak masyarakat berbagi sesuatu yang tak bisa diproduksi oleh teknologi: setetes darah untuk menyelamatkan sesama.