
Menurutnya, kolaborasi antara PMI dan PT Timah telah berlangsung secara berkelanjutan. Ia berharap kemitraan tersebut tidak berhenti pada kegiatan donor darah, tetapi dapat terus berkembang dalam berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
“Tiap tahun Alhamdulillah kami selalu bermitra dengan PT Timah, dan kami berharap kerja sama ini terus terjalin baik untuk kegiatan kemanusiaan lainnya,” katanya.
Iqbal menyebut kebutuhan darah di Bangka Belitung cukup tinggi. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam donor darah dinilai sangat berarti, khususnya untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
Ia juga mengajak masyarakat yang belum pernah menjadi pendonor agar tidak ragu berpartisipasi.
“Bagi yang belum pernah mendonorkan darah, jangan takut. Selain bentuk tindakan sosial, donor darah juga menjaga kesehatan tubuh kita. Sesuai semboyan PMI, satu tetes darah sangat berharga bagi nyawa orang lain,” tuturnya.
Semangat berbagi juga dirasakan Sapari (40), salah seorang pendonor yang telah rutin mendonorkan darah sejak masih duduk di bangku kuliah.
Warga yang bekerja di Bangka Selatan itu mengetahui kegiatan donor darah Bulan Bakti PT Timah melalui grup WhatsApp komunitas pendonor Pangkalpinang. Ia kemudian menyempatkan diri datang untuk kembali mendonorkan darah.