
Selain itu, Indonesia juga sempat mendapat peluang penalti setelah Witan Sulaeman dijatuhkan di dekat kotak penalti, tetapi setelah pengecekan VAR keputusan tersebut tidak menghasilkan penalti.
Berbeda dengan dua kasus sebelumnya, keputusan pada laga Indonesia-Uzbekistan tersebut berkaitan dengan tinjauan VAR dan tidak berarti keputusan tersebut dinyatakan sebagai kesalahan wasit.
Rentetan peristiwa tersebut kini kembali menjadi bahan pembicaraan mengenai sistem penunjukan wasit untuk pertandingan Timnas Indonesia.
Andre Rosiade menilai PSSI perlu membawa aspirasi tersebut ke tingkat internasional dengan memperjuangkan kemungkinan penggunaan wasit dari luar konfederasi Asia.
Menurutnya, wasit dari Eropa, Afrika atau Amerika dapat menjadi alternatif untuk pertandingan Timnas Indonesia.
Namun, secara faktual, keputusan-keputusan kontroversial tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa wasit AFC secara umum tidak netral. Yang tercatat adalah adanya sejumlah pertandingan yang keputusan pengadilnya dipersoalkan, termasuk hingga membuat PSSI mengajukan protes resmi. Pada kasus Bahrain, misalnya, PSSI memang mengajukan keberatan terkait tambahan waktu pertandingan.
Kini, dorongan tersebut menjadi bagian dari perdebatan lebih luas mengenai bagaimana memastikan pertandingan Timnas Indonesia berjalan dengan standar kepemimpinan yang objektif, transparan dan sesuai aturan pertandingan internasional.