
INTRIK.ID, JAKARTA — Sorotan terhadap kepemimpinan wasit kembali mengemuka setelah sejumlah keputusan pengadil asal konfederasi Asia dalam pertandingan Timnas Indonesia pernah memicu perdebatan hingga berujung protes resmi PSSI.
Terbaru, Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade meminta PSSI memperjuangkan agar pertandingan Timnas Indonesia ke depan dapat dipimpin wasit dari luar Asia.
Melalui pernyataan di media sosialnya, Andre menyatakan dukungan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk memperjuangkan penggunaan wasit dari konfederasi lain.
“Saya, Andre Rosiade mendukung penuh Bapak Erick Thohir selaku Ketua PSSI agar memperjuangkan laga Timnas Indonesia tidak lagi dipimpin wasit Asia (AFC), tetapi dipimpin wasit dari Benua Afrika, Eropa, atau Amerika. Karena kita sering dirugikan oleh wasit Asia (AFC),” ujar Andre.
Pernyataan tersebut muncul di tengah rekam jejak sejumlah pertandingan Timnas Indonesia yang kepemimpinan wasitnya pernah menjadi sorotan.
Salah satu yang paling mencuat terjadi saat Bahrain menghadapi Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, 10 Oktober 2024.
Wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, memberikan tambahan waktu enam menit. Namun, pertandingan berlanjut hingga menit ke-99 dan Bahrain mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 pada menit tersebut.
PSSI kemudian menyatakan akan mengirimkan surat protes terkait kepemimpinan Al Kaf kepada FIFA.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu keputusan wasit yang paling ramai diperbincangkan karena Indonesia yang sempat unggul 2-1 harus kehilangan kemenangan setelah Bahrain mencetak gol pada penghujung pertandingan.
Sebelumnya, kepemimpinan wasit asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov, juga mendapat sorotan saat Qatar menghadapi Indonesia pada Piala Asia U-23 2024.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia kalah 0-2 dan bermain dengan sembilan pemain setelah Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta mendapat kartu merah.
Sejumlah keputusan Kabirov menjadi perdebatan, termasuk kartu merah Ivar Jenner. Ketua Umum PSSI Erick Thohir kemudian memastikan PSSI akan mengirimkan surat protes kepada AFC terkait kepemimpinan wasit tersebut.
Erick secara khusus menyebut kartu merah Ivar Jenner sebagai salah satu hal yang dipersoalkan PSSI.
Sorotan lainnya terjadi pada semifinal Piala Asia U-23 2024 antara Indonesia dan Uzbekistan.
Indonesia sempat mencetak gol melalui Muhammad Ferrari pada menit ke-61. Namun, setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Ramadhan Sananta dinilai berada dalam posisi offside dalam rangkaian terciptanya gol.
Selain itu, Indonesia juga sempat mendapat peluang penalti setelah Witan Sulaeman dijatuhkan di dekat kotak penalti, tetapi setelah pengecekan VAR keputusan tersebut tidak menghasilkan penalti.
Berbeda dengan dua kasus sebelumnya, keputusan pada laga Indonesia-Uzbekistan tersebut berkaitan dengan tinjauan VAR dan tidak berarti keputusan tersebut dinyatakan sebagai kesalahan wasit.
Rentetan peristiwa tersebut kini kembali menjadi bahan pembicaraan mengenai sistem penunjukan wasit untuk pertandingan Timnas Indonesia.
Andre Rosiade menilai PSSI perlu membawa aspirasi tersebut ke tingkat internasional dengan memperjuangkan kemungkinan penggunaan wasit dari luar konfederasi Asia.
Menurutnya, wasit dari Eropa, Afrika atau Amerika dapat menjadi alternatif untuk pertandingan Timnas Indonesia.
Namun, secara faktual, keputusan-keputusan kontroversial tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa wasit AFC secara umum tidak netral. Yang tercatat adalah adanya sejumlah pertandingan yang keputusan pengadilnya dipersoalkan, termasuk hingga membuat PSSI mengajukan protes resmi. Pada kasus Bahrain, misalnya, PSSI memang mengajukan keberatan terkait tambahan waktu pertandingan.
Kini, dorongan tersebut menjadi bagian dari perdebatan lebih luas mengenai bagaimana memastikan pertandingan Timnas Indonesia berjalan dengan standar kepemimpinan yang objektif, transparan dan sesuai aturan pertandingan internasional.