
“Awalnya lahir memang sudah bibir sumbing, sejak umur tiga bulan itu memang kondisinya terus menurun, berat badannya turun terus. Sekarang ternyata baru tahu ada penumpukan dahak di paru-paru,” katanya.
Sebagai buruh harian tentunya tak mudah bagi Ahmad Afandi, penghasilannya yang pas-pasan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga dirinya cukup kebingungan untuk biaya pengobatan anaknya.
“Anak saya masih dirawat di rumah sakit hampir tiga minggu ini dan membutuhkan susu khusus untuk naikin berat badannya yang harganya tidak murah. Pekerjaan saya cuma buruh harian, kebingungan sekali soal biaya ini,” ujarnya.