
Diduga kaleng lem tersebut digunakan oleh anak-anak muda yang sering nongkrong di samping sekretariat PWI Bangka karena lokasinya dibelakang gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.
“Kemungkinan dipakai untuk mabuk-mabukan karena memang sering nongkrong bahkan sampai malam hari,” ungkap Mahfur.
