Sejarah Kerajaan Indraprahasta Cirebon, Kerajaan Kuno yang Hilang Setelah Serangan Mataram

    Serangan Pasukan Sanjaya

    Sementara itu, malapetaka kehancuran pada akhirnya menghantam kedaulatan wilayah makmur ini karena kesalahan hitung dalam strategi perpolitikan. Menjelang periode akhir keruntuhannya, pemimpin ke-14 dengan nama resmi Prabu Wiratara bertekad kuat membantu gerakan pasukan Purbasora.

    Barisan militer Purbasora pada waktu itu sedang menyusun kekuatan besar guna merebut kembali singgasana di wilayah Galuh. Campur tangan perang mematikan ini berujung bencana memilukan yang menyulut api kemarahan besar dari kubu penguasa lain.

    Akibatnya, langkah pengiriman batalyon bala bantuan ini langsung memancing murka dahsyat dari Raja Sanjaya selaku pemimpin Mataram Kuno. Pemimpin perkasa dari Mataram tersebut segera mengutus kekuatan militernya untuk menggempur seluruh sekutu dekat Purbasora tanpa ampun.

    Baca juga: Pesona Desa Wisata Religi Leuwimunding di Majalengka, Jawa Barat, Destinasi Ziarah dengan Nilai Sejarah dan Spiritual

    Tragedi pembalasan mematikan ini sontak mengakibatkan kedaulatan wilayah tersebut runtuh seketika sekaligus terbakar merata dengan debu tanah. Misi pembumihangusan dari Mataram itu berhasil mengubur catatan panjang perjalanan salah satu kebudayaan paling kuno di Nusantara. Sisa kebesaran istana mereka di kawasan asri pegunungan raib terbawa perputaran waktu tanpa menyisakan batuan utuh sama sekali.

    Di sisi lain, minimnya temuan bangunan fisik membuat pakar sejarah terus berusaha keras mencari lokasi pasti keratonnya. Meskipun keraton besarnya musnah, sisa jejak kerajaan indraprahasta Cirebon masih terlacak melalui sumur kuno di kawasan Blok Krapyak, Desa Sarwadadi, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook