
Samsuri mengatakan bukan hanya nelayan Baturusa saja yang bergantung pada kawasan tersebut namun nelayan Selindung, nelayan Pagarawan, nelayan Pancur, nelayan Tuatunu, nelayan Jade, hingga nelayan Baturusa juga mencari penghidupan disana turun temurun.
TI ilegal dikawasan tersebut sudah kedua kalinya terjadi. Dilokasi yang sama juga sempat marak TI dua tahun namun tak berlangsung lama. Namun kini nelayan dihadapkan dengan situasi yang sama.
“Awal Juni lalu kami bersama satpol pp, anggota polsek Merawang dan pejabat kecamatan Merawang sempat sidak dilokasi itu tapi para penambang tidak ada, hanya 3 unit TI tak bertuan dan 1 unit TI yang masih dalam tahap perakitan,” terang Samsuri.
Ia dan kawan-kawannya juga mengeluhkan, pihaknya sudah beberapa kali menyurati berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini.