
Karena itu, aspirasi karyawan melalui organisasi seperti IKT dinilai dapat menjadi masukan bagi Direksi dalam menentukan kebijakan perusahaan.
“IKT harus menjadi mitra strategis manajemen. Bukan hanya menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan karyawan, tetapi juga turut memperjuangkan keberlangsungan perusahaan. Kita harus saling memahami, saling mendukung, dan kompak menghadapi tantangan, baik dari dalam maupun luar perusahaan,” jelasnya.
Ia berharap IKT tidak hanya aktif memperjuangkan kepentingan internal karyawan, tetapi juga memperluas komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan perusahaan.
Pentingnya keseimbangan antara kepentingan karyawan dan keberlangsungan perusahaan juga disoroti Kepala Seksi Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edward.
Ia mengapresiasi pelaksanaan MUSKAR IKT 2026 dan menilai tema yang diangkat mencerminkan hubungan erat antara kesejahteraan pekerja dengan kesehatan perusahaan.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang sejahtera dan produktif. Sebaliknya, kesejahteraan karyawan juga membutuhkan perusahaan yang sehat serta memiliki daya saing.
“Perusahaan tidak akan mampu mencapai kejayaan secara berkelanjutan apabila kesejahteraan dan keselamatan karyawannya terabaikan. Sebaliknya, kesejahteraan karyawan juga harus didukung oleh perusahaan yang sehat, kokoh, dan memiliki daya saing,” ungkapnya.
Edward berharap IKT terus berkontribusi menciptakan hubungan industrial yang harmonis melalui dialog sosial, musyawarah mufakat, serta peningkatan etos kerja dan produktivitas.