Rendahnya Literasi Buat Masyarakat Percaya Hoax

    Foto: Ilustrasi. (Net)

    Bila prinsip budaya literasi dijalankan dengan seksama, maka akan terwujud masyarakat literat diindonesia. Literat adalah orang yang memiliki ketenangan dan kebijaksanaan dalam menyikapisebuah informasi, tidak mudah terpengaruhi, dan tidak reaktif terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya (HOAX) mengingat sekarang banyak sekali berita hoax yang tersebar dimedia sosial. Itulah arti serta cara agar mempermudah untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat, untuk membuat kegiatan literasi tidak membosankan, semua pihak masyarakat tidak terkecuali siapapun harus terlibat aktif dalam gerakan membudayakan literasi di perpustakaan umum tersebut. Untuk keadaan masa depan yang lebih baik. Karena intinya, setiap pikiran serta tindakan seseorang merupakan tanda level literasi pribadinya.

    Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dikalangan masyarakat dan juga generasi muda masih belum tahu betapa pentingnya belajar literasi. Kebanyakan orang hanya berpikir bisa menggunakan handphone untuk mencari berita. Jadi masyarakat beranggapan untuk apa mengikuti kegiatan literasi. Padahal penggunaan media elektronik yang yang digunakan hanya akan mengakibatkan dan menimbulkana banyak berita hoax yang bisa membuat keresahan dan membuat orang akan menjadi malas-malasan. Kasus-kasus hoax itu sendiri bisa menyebabkan timbulnya perpecahan antar masyarakat bahkan gerenasi muda yang akan datang, kasus ini bisa menimbulkan lingkungan masyarakat yang tidak harmonis. Oleh sebab itu, minat baca dimasyarakat harus lebih ditingkatkan agar kita bisa menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook