
Seiring dengan penggunaan yang terus-menerus, oli akan terkontaminasi dengan kotoran, partikel logam, dan endapan lainnya. Sejumlah partikel di atas berisiko tinggi merusak kinerja mesin jika tidak mendapat penanganan tepat. Salah satu metode perawatan yang recommended adalah flushing atau penggantian oli secara menyeluruh.
Berbeda dengan proses ganti oli biasa, yang hanya mengeluarkan residu kemudian mengganti cairan baru. Proses flushing jauh lebih detail. Sasarannya adalah membersihkan saluran oli, pori-pori filter, hingga bagian mesin lainnya yang rentan terhadap penumpukan kotoran.
Flushing oli motor matic harus menyesuaikan dengan rekomendasi pabrik atau panduan dalam buku manual pemilik kendaraan. Waktu yang tepat untuk melakukan flushing dapat bervariasi tergantung merek, model, serta kondisi kendaraan Anda.
Umumnya, pabrik akan merekomendasikan rentang waktu atau jarak tempuh tertentu untuk melakukan penggantian oli secara keseluruhan. Interval ini bisa berkisar antara 5.000 hingga 10.000 kilometer atau 6 sampai 12 bulan. Namun, terdapat sejumlah faktor yang perlu Anda pertimbangkan ketika memutuskan flushing oli seperti berikut ini.
Apabila oli tampak keruh, kotor, dan kental, bisa menjadi pertanda untuk segera melakukan penggantian. Jika oli tidak lagi memiliki sifat pelumas yang mumpuni atau berwarna pekat, sebaiknya segera melakukan flushing.
Menggunakan kendaraan dalam kondisi berat seperti jarak jauh dan lalu lintas padat berisiko membuat mesin panas. Hal ini tentu akan berpengaruh pada oli yang dapat terpapar suhu tinggi atau stres. Dalam kasus seperti itu, Anda sangat perlu melakukan flushing oli motor matic lebih rutin.
Gaya berkendara terlalu agresif atau sering mempercepat maupun mengerem dengan keras tentu bukan hal baik. Aktivitas berkendara seperti ini akan meningkatkan beban pada mesin serta oli.