Ratusan Rumah Hangus di Serdang, Warga Kini Bergantung pada Pengungsian dan Bantuan Darurat

    Caption: Kebakaran di Dusun Serdang, Simpang Rimba, Bangka Selatan.(ist)

    INTRIK.ID, BANGKA SELATAN – Kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menyisakan persoalan besar bagi warga terdampak. Setelah api berhasil dijinakkan, kebutuhan tempat tinggal sementara dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi perhatian mendesak.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkirakan sekitar 300 rumah hangus dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026).

    Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, menyampaikan bahwa puluhan warga telah mengungsi di SDN 7 Simpang Rimba. Sebagian warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat di Desa Jelutung.

    Besarnya dampak kebakaran membuat penanganan tidak cukup berhenti pada pemadaman api. Warga yang kehilangan tempat tinggal juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa darurat.

    Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pengungsian sementara, sementara pendirian dapur umum direncanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.

    Angin Kencang Diduga Mempercepat Perambatan Api

    Menurut informasi BPBD Babel, pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran lahan di sekitar permukiman Dusun Serdang pada Sabtu sekitar pukul 15.10 WIB.

    Api kemudian merambat ke kawasan permukiman. Angin kencang dan material bangunan yang mayoritas menggunakan papan diduga mempercepat penyebaran api.

    Meski demikian, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Karena itu, sumber awal api dan faktor pemicunya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

    Tim pemadam kebakaran gabungan dari Bangka Selatan, Bangka Tengah, Pemerintah Provinsi Babel, dan PT Timah turut dikerahkan. Penanganan juga melibatkan unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

    Berdasarkan laporan Timelines.id, api berhasil dijinakkan sekitar tengah malam setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman. Proses pendinginan dan penanganan sejumlah titik masih dilanjutkan setelah api utama berhasil dikendalikan.

    Pendataan Korban Jadi Hal Penting

    Di tengah penanganan darurat, pendataan rumah yang terbakar dan warga terdampak menjadi hal penting untuk menentukan kebutuhan bantuan berikutnya.

    Perkiraan jumlah rumah yang hangus perlu disandingkan dengan pendataan di lapangan agar jumlah korban, kebutuhan pengungsian, serta bantuan yang diperlukan dapat diketahui secara lebih akurat.

    Pemerintah daerah juga perlu memastikan warga yang mengungsi memperoleh akses terhadap makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat berlindung yang layak selama kondisi darurat.

    Bagi warga Dusun Serdang, berakhirnya kobaran api belum berarti berakhirnya dampak bencana. Pemulihan kehidupan mereka akan bergantung pada penanganan lanjutan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

      Ikuti kami di Facebook