Asap Karhutla Indonesia Kepung Singapura, F1 Tetap Digelar di Tengah Udara Tak Sehat

    Caption: Kondisi udara di Singapura saat Karhutla di Kalimantan.

    INTRIK.ID, SINGAPURA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi persoalan lintas negara. Singapura harus menghadapi memburuknya kualitas udara ketika menjadi tuan rumah Formula 1 (F1) Grand Prix 2026, salah satu ajang olahraga internasional andalannya.

    Situasi ini sempat memunculkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan balapan dan rangkaian hiburan di sekitar Sirkuit Marina Bay. Namun, ancaman tersebut tidak berujung pada pembatalan. Balapan tetap digelar sesuai jadwal, sementara otoritas Singapura bersiap menghadapi kemungkinan kabut asap yang semakin parah.

    Badan pengatur olahraga otomotif dunia, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), pada 8 Oktober menyatakan kabut asap berpotensi membuat sejumlah kegiatan hiburan dan aktivitas luar ruangan dibatasi. Meski demikian, kondisi saat itu dinilai tidak diperkirakan mengganggu jalannya balapan F1.

    Artinya, persoalan utama bukan hanya apakah mobil-mobil F1 bisa melaju di lintasan, melainkan bagaimana keselamatan pembalap, kru, pekerja, dan ribuan penonton dijaga ketika kualitas udara memburuk.

    Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam berada pada kisaran 136–192 pada pukul 19.00 waktu setempat, 9 Oktober 2026. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook