Rapuhnya Ketahanan Keluarga Muslim Akibat Sistem Liberal

Caption: Ilustrasi keluarga muslim.

Oleh: Ummu Neysa

Muslimah Bangka Belitung

Rusaknya tatanan keluarga dalam sistem liberal kapitalis hari ini sebab tidak menjadikan Islam sebagai aturan dalam menjalankan kehidupan. Aturan yang dijadikan sistem saat ini adalah aturan sekuler kapitalistik yang menjadikan standar dan tujuan berkehidupan dengan terpenuhinya materi (duniawi) semata. Ketidakadanya aturan dalam diri setiap muslim baik di rumah maupun di luar rumah akan membawa kehancuran di segala aspek kehidupan. Baik tataran individu, masyarakat maupun negara.

Sistem sekuler kapitalis menjadikan keluarga rapuh. Ketidakharmonisan orang tua karena kesibukan mengejar materi menyebabkan ketahanan keluarga tergadaikan. Peran ibu hilang sebagai pendidik. Peran ayah hanyalah sebagai pencari nafkah tidak berkontribusi memainkan peran dalam mendidik anak. Rumah tidak lagi menjadi tempat berkasih sayang untuk mendapatkan kehangatan. Fungsi rumah hanya menjadi tempat berteduh sebagai persinggahan saja setelah lelah berkerja dan beraktivitas. Akhirnya kehidupan keluarga tidak harmonis. Perceraian orang tua terjadi. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tak terelakkan sehingga kehidupan keluarga rusak, rumah tangga tercerai-berai.

Space Iklan/0853-1197-2121

Kehidupan individu yang seperti ini bisa berakibat fatal. Labilnya seorang anak secara emosional dan psikologis, akan berdampak pada masalah di luar rumah. Dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga yang tidak harmonis tadi bisa menjadi masalah. Kehidupan keluarga yang tidak terbiasa diatur dengan aturan yang mengikat ini dapat membawa dampak buruk di lingkungan. Apabila setiap individu rusak, tatanan keluarga rusak, di masyarakat kejahatan tidak terkendali. Misalnya kenakalan remaja, pencurian, kekerasan, pemerkosaan, begal, perzinahan, narkoba, bahkan pembunuhan, dan lain-lain. Pada tataran yang lebih tinggi, individu rusak yang berkesempatan menduduki jabatan kekuasaan tertentu, akan menjadi pelaku kejahatan korupsi dan penguasa yang zalim yang akan berbuat sesukanya. Ini berdampak pada masalah ekonomi, keamanan, politik, pendidikan, kesehatan maupun sosial. Bila negara tidak dapat mengendalikan dan melindungi tatanan individu, keluarga dan masyarakat maka akan hancurlah negara tersebut.

Islam Solusi Kerusakan Umat

Pada level individu dan keluarga, dalam menjalankan aktivitas kehidupan harus kembali pada Al-Quran dan Sunnah serta nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai dan aturan Islam ini menjadi petunjuk, karena Islam mengatur kehidupan manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi. Islam mengatur semua aktivitas manusia bahkan sekedar urusan keluar-masuk kamar mandi. Islam juga mengatur bagaimana membangun rumah tangga. Lebih kompleks dari itu, Islam pun mengatur bagaimana membangun negara. Semuanya tidak lepas dari aturan Allah SWT yang Maha mengetahui segala sesuatu yang terbaik untuk makhluk-Nya. Peran orang tuapun harus sesuai arahan Islam sebagaimana para Nabi dan Rasul ketika mereka membimbing keluarga dan anak-anak mereka di jalan Islam. Ini menjadi suri teladan setiap orang tua muslim dengan menjadikan rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Di rumah diajarkan nilai-nilai Islam yang kuat. Sehingga kestabilan mental anak-anak mereka terjaga dengan pemikiran dan tsaqafah (pengetahuan) Islam. Di dalam Quran Surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Ketaatan seorang hamba Allah kepada Sang Khalik yang menciptakan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kewajiban yang tidak dapat ditawar. Ketaatan akan membawa seorang hamba Allah SWT pada surga yang dijanjikan. Hamba yang kokoh iman dan takwanya akan mampu menjadi garda terdepan dalam ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga akan berkontribusi membaikkan tatanan negara.

Kesimpulannya, aturan dalam sistem sekuler kapitalis yang berstandar pemenuhan materi semata hanya akan mengantarkan pada kerapuhan dan kehancuran keluarga bahkan negara. Islam yang sempurna memiliki seperangkat aturan dari Sang Pencipta yang membawa kepada kebaikan, tidak hanya bagi kehidupan dunia, tetapi juga bagi kehidupan di akhirat. Masihkah akan berhukum pada selain hukum Allah? Masihkah mau menggunakan sistem rusak demokrasi liberal hari ini?

Space Iklan/0853-1197-2121

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin Suka Ini juga:
Mengendalikan Inflasi dari Meja Makan

Mengendalikan Inflasi dari Meja Makan

Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk dari AS, Pertimbangan Iman atau Aman?

Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk dari AS, Pertimbangan Iman atau Aman?

Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

Dibalik Sisa-sisa Kejayaan: Ketika Butiran Timah Beradu dengan Isi Perut

Dibalik Sisa-sisa Kejayaan: Ketika Butiran Timah Beradu dengan Isi Perut

Ideologisasi Islam: Membentuk Generasi Pelopor Perubahan di Tengah Hegemoni Digital

Ideologisasi Islam: Membentuk Generasi Pelopor Perubahan di Tengah Hegemoni Digital

Narkoba Menghancurkan Generasi

Narkoba Menghancurkan Generasi

    Ikuti kami di Facebook