
Makkah yang kala itu ditinggalkan oleh Nabi saw. dan kaum muslim adalah negeri yang menjalankan aturan-aturan jahiliah. Masyarakat Arab jahiliah mempertahankan sistem kehidupan mereka seperti syirik, perdukunan, tahayul, perjudian, riba, kecurangan, dan melakukan penindasan terhadap kaum perempuan, serta perbuatan buruk lainnya.
Pada saat yang sama, mereka juga terus-menerus memusuhi Islam sebagai agama baru yang datang menentang pemikiran dan kebiasaan kufur mereka. Apalagi ketika Nabi saw. mendakwahkan Islam secara terang-terangan, mereka pun makin memperlihatkan kekejamannya.
Mulai saat itu, Nabi saw. mendakwahi berbagai kabilah di luar Makkah dan memohon kepada Allah Swt. agar diberi kekuasaan yang dapat mengokohkan dakwah Islam. Jelas, peristiwa hijrahnya Nabi saw. bukanlah dalam rangka melarikan diri tetapi demi menegakkan institusi negara yang menjalankan sistem kehidupan Islam, dari kejahiliyahan kepada syariat Islam (kaffah.ID, 5/7/2024).