
Namun, sehari setelah MK mengeluarkan putusan itu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mendadak menggelar rapat dan dalam sehari menyepakati revisi UU Pilkada untuk disahkan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna yang rencananya digelar Kamis (22/8). (cnbc, 22/08/2024)
Sejumlah selebritas, artis, sineas dan komika, antara lain Reza Rahadian, Yono Bakrie, Bintang Emon, dan Arie Kriting tampak di antara kerumuman massa yang memadati gerbang samping DPR/MPR sejak pukul 09.00 WIB.
Sejumlah pedemo juga mengkritik kinerja DPR yang lambat mengesahkan RUU penting lainnya, tetapi gesit meloloskan revisi UU Pilkada yang tidak mengakomodasi putusan MK. (VOA, 22/08/2024)
Aksi ini membuktikan semua lapisan sudah tidak mau lagi terdzalimi atas kesewenangan yang dilakukan DPR terhadap penetapan aturan.
Semua ini terjadi karena penerapan sistem kapitalisme yang lahir dari sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Maka agama hanya mengatur ibadah ritual saja tidak pada aturan kehidupan umumnya. Kehidupan umum diatur oleh kebijakan yang telah disepakati (demokrasi). Apabila ada pesanan dari sponsor kebijakan maka akan terjadi negosiasi yang mudah dalam melegalisasinya. Hal ini tidak memandang kepentingan rakyat lagi.
Tak sedikit kebijakan yang sudah mencederai rakyat mulai dari kenaikan bahan bakar, kebaikan pajak, lapangan pekerjaan bebas termasuk untuk asing, dan kebijakan pilkada yang akan diganti batas umur calonnya. Jadi sudah tidak sanggup lagi hanya diam tidak bersuara akan kedzoliman yang makin menjadi. Maka seharusnya perubahan yang dituntut bukan hanya masalah sebagian aturan saja atau hanya sekedar ganti pemain yang akan ditunggangi para kapital lagi, tetapi perubahan yang menyeluruh akan aturan (sistem). Sistem yang memanusiakan manusia yaitu sistem islam. Maka hal ini dibutuhkan pemahaman atas visi perubahan yang shahih pada semua kalangan yaitu penerapan syariat islam kaffah.
Perubahan yang hakiki menurut islam yaitu perubahan yang evolusioner karena sekarang tidak berada pada sistem yang benar dan orang yang menjalankannya juga bukan orang yang tepat. Maka yanh harus dilakukan adalah penyadaran masyarakat akan islam agar paham islam dan butuh islam karena kewajiban dari Allah. Ketika kesadaran ini muncul maka akan menuntut islam diterlgakkan secara kaffah bersama partai politik islam. Maka perlu partai politik yaitu seperti kelompok Rasul SAW dan para sahabatnya. Sampai adanya peristiwa hijrah Nabi saw. dari negeri syirik atau Darul Kufur (Makkah) ke Darul Islam (Madinah). Saat itu, kaum muslim dari Madinah telah menyatakan kesiapan mereka untuk melindungi Nabi saw. Mereka pun siap menjadikan negeri mereka (Madinah) sebagai tujuan hijrah dan penegakan kekuasaan Islam.