QRIS: Sistem Lokal Mengusik Dunia

Yupi

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung

Dulu, kalau kita belanja di warung atau toko kecil, biasanya harus bayar pakai uang tunai. Tapi sekarang, cukup pakai HP, scan kode QR, lalu transaksi langsung selesai. Inilah yang dimaksud dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sistem pembayaran digital buatan Indonesia yang saat ini mulai jadi perhatian dunia.

Menariknya, QRIS sekarang sedang dikritik oleh Amerika Serikat (AS). Negara adidaya itu menilai sistem QRIS bisa merugikan perusahaan-perusahaan teknologi keuangan milik mereka, seperti Visa, Mastercard, atau PayPal.

Space Iklan/0853-1197-2121

Apa itu QRIS?

QRIS adalah sistem pembayaran digital yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2019. Dengan QRIS, satu kode QR bisa dipakai untuk semua jenis aplikasi pembayaran, seperti GoPay, DANA, OVO, ShopeePay, bahkan rekening bank.

Tujuannya sangat mulia supaya semua masyarakat termasuk pedagang kecil dan UMKM, bisa ikut dalam ekonomi digital. Tidak semua orang punya mesin EDC (alat gesek kartu), tapi hampir semua orang sekarang punya HP. Jadi, dengan QRIS siapa pun bisa bertransaksi secara digital dengan lebih mudah, murah, dan cepat.

Menurut data dari Bank Indonesia, pada tahun 2023 ada lebih dari 35 juta merchant (pedagang) yang sudah menggunakan QRIS. Tak hanya itu, 90 persen penggunaan tersebut juga berasal dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Angka ini terus bertambah karena makin banyak masyarakat yang terbiasa bayar pakai kode QR.

Mengapa AS Mengkritik QRIS?

Beberapa waktu lalu, Amerika Serikat mengkritik sistem QRIS. Mereka menilai QRIS bisa jadi hambatan bagi perusahaan asing untuk bersaing di Indonesia. AS khawatir perusahaan mereka kalah bersaing dengan sistem lokal yang lebih disukai masyarakat Indonesia.

Space Iklan/0853-1197-2121

Padahal, QRIS tidak menutup pintu bagi perusahaan asing. QRIS itu terbuka, siapa pun bisa bergabung, termasuk perusahaan asing selama mengikuti aturan dan standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. QRIS dibangun untuk menyederhanakan pembayaran digital, membuat sistem lebih efisien, dan memastikan pelaku usaha terutama yang kecil dan menengah tidak terbebani biaya besar setiap kali ada transaksi. Dengan begitu, lebih banyak pelaku usaha yang bisa ikut dalam ekonomi digital tanpa khawatir soal potongan yang memberatkan.

Yang perlu kita pahami, QRIS bukan alat untuk memblokir pihak luar, tapi cara Indonesia membangun sistem sendiri agar lebih mandiri secara ekonomi. Kita tidak harus selalu tergantung pada sistem asing.

Manfaat QRIS untuk Indonesia?

QRIS membawa banyak manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan modern.

1. Gampang dan Cepat

QRIS bikin transaksi jadi lebih mudah dan cepat. Cukup scan kode QR dengan ponsel, transaksi langsung selesai tanpa perlu uang tunai, tanpa ribet cari kembalian. Ini sangat membantu, terutama di warung, pasar, atau pedagang kaki lima.

2. Bantu Pedagang Kecil

QRIS sangat membantu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Banyak pelaku usaha kecil tidak punya cukup modal untuk beli mesin EDC (alat gesek kartu), tapi mereka bisa langsung menerima pembayaran digital hanya dengan stiker kode QR. Dengan begitu, UMKM bisa naik kelas dan mengikuti perkembangan zaman.

3. Ikut Merasakan Dunia Digital

QRIS mendorong inklusi keuangan. Artinya, orang-orang yang sebelumnya belum punya rekening bank atau belum terbiasa pakai layanan keuangan, kini bisa ikut terlibat dalam ekonomi digital. Ini penting untuk pemerataan ekonomi, supaya tidak hanya kota besar yang merasakan manfaat kemajuan teknologi.

4. Lebih Rapi dan Aman

Sistem ini membuat pencatatan keuangan jadi lebih tertata. Setiap transaksi terekam otomatis, sehingga memudahkan pedagang mencatat pemasukan harian dan membantu pemerintah dalam mengelola data ekonomi secara real-time.

5. Jaga Kendali Sistem Pembayaran di Tangan Kita Sendiri

Dengan punya sistem seperti QRIS, Indonesia nggak perlu selalu bergantung pada perusahaan luar negeri seperti Visa atau Mastercard. Semua data transaksi dan aliran uang bisa dikelola sendiri di dalam negeri. Ini penting supaya negara punya kendali penuh atas sistem keuangannya dan rakyat juga bisa merasakan langsung manfaatnya, tanpa harus bayar mahal ke pihak luar.

Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?

Meski dikritik, Indonesia tetap harus percaya diri dan konsisten mengembangkan QRIS. Tentu saja, pemerintah tetap harus membuka diri terhadap kerja sama dengan perusahaan luar, selama mereka mau mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

Kita tidak boleh mundur hanya karena tekanan dari negara besar. Justru ini saatnya Indonesia membuktikan bahwa teknologi lokal bisa berdiri sejajar bahkan melampaui sistem asing, asal dikelola dengan baik dan berpihak pada rakyat.

QRIS bukan hanya soal pembayaran pakai HP. Ini soal kemandirian dan masa depan ekonomi digital Indonesia. Ketika sistem lokal seperti QRIS mulai mengusik negara besar seperti Amerika, itu artinya kita sedang melangkah ke arah yang benar.

Mari kita dukung terus inovasi dalam negeri dan gunakan teknologi buatan anak bangsa. Karena QRIS bukan hanya alat transaksi, tapi juga simbol bahwa Indonesia bisa dan mampu membangun sistem sendiri yang kuat dan diakui dunia.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin Suka Ini juga:
Mengendalikan Inflasi dari Meja Makan

Mengendalikan Inflasi dari Meja Makan

Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk dari AS, Pertimbangan Iman atau Aman?

Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk dari AS, Pertimbangan Iman atau Aman?

Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

Dibalik Sisa-sisa Kejayaan: Ketika Butiran Timah Beradu dengan Isi Perut

Dibalik Sisa-sisa Kejayaan: Ketika Butiran Timah Beradu dengan Isi Perut

Ideologisasi Islam: Membentuk Generasi Pelopor Perubahan di Tengah Hegemoni Digital

Ideologisasi Islam: Membentuk Generasi Pelopor Perubahan di Tengah Hegemoni Digital

Narkoba Menghancurkan Generasi

Narkoba Menghancurkan Generasi

    Ikuti kami di Facebook