
“Kita berharap karyawan Timah dapat memahami dan memiliki kesadaran bahwa keselamatan adalah prioritas bersama. Perlu komitmen bersama untuk mewujudkan zero fatality dan ini perlu didorong sehingga bisa kesadarannya timbul,” katanya.
Bergerak dalam industri pertambangan, tak dipungkirinya memiliki risiko pekerjaan yang cukup tinggi. Namun, dengan adanya program SafeTINS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas kerja, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan meningkatkan citra perusahaan.
“Program tranformasi Budaya K3 PT Timah terus berkembang, setelah sebelumnya kita punya program Mucak K3 dan Budaya 5R. Dan sekarang kita ada program SAFETINS 5R,” katanya.
Lebih lanjut, Nur Adi menjelaskan program SAFETINS 5R merupakan upaya membangun kesadaran dan kedisiplinan perilaku bekerja dengan mengedepankan keselamatan kerja melalui implementasi safety dan budaya 5R sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan dan peningkatkan produktivitas perusahaan.