
“Kegiatan ini berkaitan dengan upaya menangkal radikal terorisme karena potensi ancamanya untuk menjelang tahun politik untuk diperkuat. Karena kita inginnya aman dan damai di Bangka Belitung karena apapun pergerakan ini tertutup,” katanya.
Meski kata di Babel sejauh ini di Babel masih relatif aman, namun kita tetap harus melakukan langkah antisipasi untuk menguatkan hal ini.
“Sampai hari ini kita katakan potensi ancaman ini masih sangat keras. Secara kasat mata bahwa hari ini masih banyak orang yang tidak mencintai bangsa. Dari perspektif anti teror pada saat ISIS di Suriah warga kita berbondong-bondong pindah kewarganegaraan ke sana,” katanya.
Ia menilai antusias Karyawan Timah untuk mengikuti dialog ini cukup baik, pasalnya banyak yang menyampaikan berbagai pertanyaan.
“Antusias luar biasa, ada banyak ragam pertanyaan dan ini sangat luar biasa. Kita berharap ini akan berlanjut ke depannya,” ucapnya.
Sementara itu, Pemateri Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengatakan, untuk mencegah radikalisme diperlukan ilmu pengetahuan yang ditambahkan dengan nilai-nilai toleransi. (*)