
Dalam konteks Proxy War, tidak hanya terorisme dan intoleransi yang harus kita waspadai sebagai ancaman terhadap negara kita NKRI, di sektor pertambangan timah Bangka Belitung juga terjadi ancaman dalam pengelolaan sumber daya alam,
“Mudah-mudahan kita terus menjaga semangat kita untuk menjaga persatuan kita. Potensi yang ada di Babel harus kita jaga. Banyak orang yang ingin memanfaatkan sumber daya alam kita ini karena ingin kita tidak bersatu. Karyawan PT Timah Tbk dipecah belah, APH dan Pemerintah difitnah agar kita tidak berdaya dan mereka para pemecah belah ini merampok sumber daya alam Babel,” katanya.
Untuk itu, kata dia semua harus berkolaborasi dan karena hari ini ancaman bukan hanya fisik tapi juga ancaman lainnya. Sehingga semua harus mewaspadai berbagai potensi dari pihak-pihak untuk memecah belah bangsa.
“Para pemecah belah terus berupaya memecah belah kita agar mereka dapat memanfaatkan sumber daya alam di Babel untuk kesejahteraan mereka, bukan untuk kesejahteraan bangsa, kewajiban kepada negara tidak ditunaikan tapi mereka mengaku seperti pahlawan membeli bijih timah mahal seolah-olah untuk masyarakat,” ucap Dani.
Sebagai bagian dari BUMN yang memiliki tanggung jawab dalam wujud cinta dan refleksi bela negara, PT Timah Tbk kata dia harus dapat berjuang dengan berproduksi semaksimal mungkin, dimana sebagian dari hasil kerja keras tersebut akan dikembalikan lagi kepada negara dan masyarakat melalui pajak, royalti dan bantuan-bantuan sosial dari berbagai aspek.
“Kita harus mewaspadai agar tidak dipecah belah, karena para pemecah belah ini ingin agar kita tidak berdaya dalam mengelola sumber daya alam. Ini kesadaran kita untuk bersatu mempertahankan sumber daya alam bijih timah untuk kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat Babel dan untuk bangsa. Semoga semangat ini tetap kita jaga berkolaborasi mempertahankan sumber daya alam ini untuk kepentingan bangsa,” pesannya.
Sementara itu, Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Polri Provinsi Kep. Bangka Belitung AKBP Maslikan, mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah berkolaborasi dengan mereka untuk menggelar Dialog Kebangsaan yang temanya sangat relevan dengan kondisi saat ini.