
“Makanya kalau ada orang yang mampir ke peternakan, saya tanyain dulu asal usulnya. Karena bukannya mau sombong, tapi ini supaya mencegah enggak ada virus PMK yang dibawa, apalagi kita tau kalau virus ini menularnya sangat cepat,” ujar pria yang sudah menjadi pengusaha sapi selama tujuh tahun ini.
Lanjut dia, fenomena virus PMK yang tergolong sudah sangat menghebohkan dan mengkhawatirkan para pengusaha sapi.
Untuk itu Samsul berharap agar pemerintah setempat benar-benar memperhatikan betul nasib orang-orang seperti dirinya, terutama dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman.
Diakuinya, selama ini pihaknya hanya mendapat sosialisasi melalui pesan via media sosial saja tanpa adanya penjelasan secara langsung dan terperinci.
“Kan enggak semua peternak atau pengusaha sapi paham mengenai virus PMK ini, apalagi ini adalah virus yang sudah lama tidak pernah ada di Indonesia. Makanya kalau bisa ya pemerintah membuat sosialisasi dan membahas masalah ini dengan detail bersama para pengusaha/peternak sapi,” ucapnya.