Scroll untuk baca artikel
Provinsi Bangka Belitung

Persaingan Semakin Ketat, Praktisi Insinyur Diimbau Ikut Sertifikasi

128
×

Persaingan Semakin Ketat, Praktisi Insinyur Diimbau Ikut Sertifikasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20230214 WA0008 1

INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaludin mengimbau agar para insinyur di Babel mengikuti program sertifikasi.

Pasalnya, ia menilai jika saat ini persaingan diantara praktisi insinyur semakin ketat, sehingga sertifikasi menjadi suatu yang dipersyaratkan.

“Kesan saya kultur industri itu kental sekali sehingga menjadi sangat relevan kalau kita mendorong agar para insinyur yang ada di Bangka Belitung ini berkiprah semaksimal mungkin,” ujarnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Undang-Undang (UU) Keinsinyuran dan Penerbitan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) melalui aplikasi Zoom, Senin (13/2/2023) malam.

Pentingnya STRI ini, kata dia, jangan sampai Indonesia kebanjiran profesional dari luar karena tidak mampu menyediakannya, baik dalam tatanan nasional maupun dengan tataran wilayah di Bangka Belitung.

Apalagi, kata dia, industri yang berkembang di Bangka Belitung adalah industri yang beresiko tinggi, yakni industri pertambangan.

“Saya mengharapkan dengan acara sosialisasi ini kita bisa melanjutkan ke forum-forum yang lebih spesifik yang lebih menarik teman-teman kita di Bangka Belitung khususnya supaya mereka ikut, sehingga nanti setelah program ini jalan, reputasi insinyur profesional di sini meningkat dan juga dalam dunia kerja kita lebih terlindungi baik kitanya maupun pengguna jasa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Babel, Saparudin berharap, melalui sosialisasi ini agar ke depan di Bangka Belitung akan semakin banyak insinyur yang menyadari pentingnya adanya STRI. karena dengan adanya undang-undang nomor 11 tahun 2014 memberikan peraturan landasan hukum yang kuat untuk menyelenggarakan praktek-praktek keinsinyuran di Bangka Belitung ini.

“Memang para insinyur masih banyak didatangkan dari luar, khususnya misalnya konsultan-konsultan untuk konstruksi, konsultan lingkungan itu masih banyak didatangkan dari Jakarta. Karena memang di Bangka Belitung sendiri, universitas yang menyelenggarakan program studi insinyur itu program studi yang di bidang teknik itu masih sangat minim kita hanya ada satu Universitas Bangka Belitung yang menyelenggarakan,” jelasnya. (*/red)

 

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas